ESQNews.id, JAKARTA – Jaman sekarang di era modern dan
canggih serta orang-orang yang mempunyai kesibukkan tersendiri sehingga hidup
lebih individualis, masih adakah orang baik dan rasa kepedulian terhadap sesama?
Sudah dibuktikan saat sang Founder ESQ meminta bantuan salah
satu tim ESQ untuk mengetes seorang pedagang kaki lima. Dilihat dari sebuah
video yang diposting di Channel Youtube ESQ World pada (6/21), nampaknya
perbincangan antara Kang Dadang (salah satu tim ESQ) dengan penjual es cendol
di wilayah Cisarua, Bogor.
“Aa punten, saya habis jalan dari bawah boleh minta
cendolnya? Tapi saya tidak ada uang, terus saya juga kehabisan ongkos untuk ke
Cianjur boleh minta? terserah mau nambahin berapa," papar Kang Dadang.
Tukang cendol itu memberikan es cendol gratis serta uang 20
ribu untuk Kang Dadang dengan tulus dan ikhlas.
“Jadi kita sudah menemukan orang baik. Ternyata orang Indonesia berlimpah orang baik dimana-mana. MASYA ALLAH," ucap Ary Ginanjar.
Dan untuk membuktikan lagi beliau memberikan prank. “Ini saya sedang ada pesta nih sekarang. Dan saya ingin memborong semua dagangan es cendol ini bisa?” lanjutnya.
Tukang cendol sedang menyiapkan pesanan pendiri Menara 165 itu, tiba-tiba kang Dadang datang ingin minta cendol lagi.
Tukang cendol lagi-lagi sifat baik hatinya keluar, “Iya boleh
saya kasih es cendolnya, saya merasa tidak rugi mau sepuluh kali juga silakan.
Karena saya juga pernah ngasih ke orang gila juga. Saya mau nolongin karena gak
tega kasihan gitu, karena kalau lapar saya ngerasain sendiri," jelas Tatan, tukang jualan es cendol dengan lirih.
Alhasil Ary Ginanjar berhasil nge-prank dan memberikan beberapa uang tunai ke tukang cendol tersebut untuk membagikan semua cendolnya ke Masjid atau orang sekitar sebagai sedekah Tatan. Juga para pedagang lain disekitar sana.
Tak memandang mau orang seperti apa, entah gelandangan atau orang gila sekalipun. Meskipun kita tidak kenal, kalau ingin berbuat baik ya laksanakan saja tanpa pandang bulu.
