Selasa, H / 14 April 2026

Bukan Sekadar Mengajar, Inilah Misi 1.000 Pendidik Jabar Menjadi Teladan Karakter Generasi Emas

Sabtu 14 Feb 2026 14:28 WIB

Reporter :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, BANDUNG – Sebuah gerakan besar untuk menjaga kewarasan mental dan kekuatan spiritual tenaga pendidik di Jawa Barat mencapai puncaknya di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung, Jumat (13/3/2026). 


Korwil Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Jawa Barat secara resmi menutup rangkaian Training ESQ Peduli Pendidikan yang diberikan secara gratis kepada 1.000 guru se-Jawa Barat.


Puncak acara yang diselenggarakan dalam tiga batch ini dihadiri langsung oleh Founder ESQ Corp, Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian. Kehadiran sang maestro transformasi karakter ini memberikan energi luar biasa bagi 500 peserta yang hadir, mulai dari guru SD hingga SMA/SMK se-Jawa Barat.


Dalam sambutannya, Ary Ginanjar memberikan apresiasi setinggi langit kepada Korwil FKA ESQ Jawa Barat di bawah kepemimpinan Yusuf Haryasa. 


Ia menyebut Jabar sebagai mercusuar pergerakan alumni di Indonesia karena konsistensi mereka dalam menjaga dan menjalankan nilai-nilai Asmaul Husna serta prinsip 165 (1: Ihsan, 6: Iman, 5: Islam) secara istiqomah.


"Guru adalah ujung tombak. Di tengah dinamika zaman yang penuh tantangan, menjaga nilai luhur dalam jiwa guru adalah cara kita menjaga masa depan bangsa," tegas Ary Ginanjar.


Acara ini turut dihadiri oleh Waketum FKA ESQ, Komjen. Pol. (Purn.) Nanan Soekarna, Sekjen FKA ESQ Pusat Gita A. Fadilla, serta perwakilan Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Asikin, S.Pd., M.M.Pd. (Kabid P3TK) - saat batch pertama.


Program mulia ini lahir sebagai respon cepat terhadap kondisi kesehatan mental remaja yang kian memprihatinkan. Mengutip data Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, terdapat sekitar 10.000 siswa di Kota Bandung yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental.


Ketua Korwil FKA ESQ Jabar, Yusuf Haryasa, menekankan bahwa peran guru Bimbingan Konseling (BK) sangat krusial dalam melakukan asesmen awal.


"Di tengah kabar tingginya angka gangguan kesehatan mental siswa, kita tidak perlu banyak berteori. Mari kita mulai dari diri sendiri dengan memberikan energi dan keyakinan yang kuat.


Kami mengundang guru BK untuk bergabung di Training ESQ Peduli Pendidikan agar mampu melakukan asesmen awal yang kuat secara emosional dan spiritual," ujar Yusuf.


Para peserta tidak sekadar duduk mendengarkan teori. Dipandu oleh dua trainer ESQ berlisensi, Coach Yendra dan Coach Tiko, para guru diajak menyelami experience training yang dikemas layaknya pertunjukan yang menyentuh relung hati.


Ketua Panitia, Dewi Sartika, memaparkan bahwa program ini adalah wujud komitmen kolektif untuk melahirkan pendidik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga tangguh secara karakter.


"Kami berharap guru tidak sekadar mengajar, tetapi menjadi teladan. Semoga amanah ini menjadi amal jariyah dalam menciptakan pendidikan yang kuat secara nilai spiritual," ungkap Dewi.


Dewi juga memberikan sinyal keberlanjutan program. Mengingat antusiasme yang luar biasa dari Batch 1 hingga Batch 3, pihaknya berharap dapat membuka kesempatan bagi rekan-rekan guru lainnya melalui batch keempat di masa mendatang.


Program ini sukses terselenggara berkat sinergi luar biasa antara Disdik Jabar, ESQ, FKA ESQ, STIKes Dharma Husada Bandung, UPZ Baznas STIKes Dharma Husada, Quran Cordoba, Nur Quran Indonesia, dan PGRI.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA