Kamis, H / 27 Agustus 2026

Ary Ginanjar: jantungnya ibadah haji

Selasa 26 May 2026 20:35 WIB

Editor :EDQP

tangkapan layar

Foto: dok. ESQ


ESQNews.id, ARAB SAUDI - Saat ini saya sedang berada di Padang Arafah.

Tepat tanggal 9 Zulhijah. Inilah yang disebut sebagai jantungnya ibadah haji.

Karena Rasulullah SAW bersabda:

"Al-Hajju Arafah."

Haji adalah Arafah.

Arafah sendiri memiliki tiga dimensi yang sangat dalam.

Pertama, dimensi ruang (lokasi). Wukuf harus dilakukan di Padang Arafah.

Kedua, dimensi

Lainnya waktu. Harus tepat tanggal 9 Zulhijah. Tidak bisa tanggal 8, 10, atau 11 atau tanggal lainnya.

Artinya apa?

Dalam hidup, bukan hanya tindakan yang penting. Tetapi juga tempat yang tepat dan timing yang tepat.

Namun ada dimensi ketiga yang paling dalam. Arafah berasal dari kata 'arafa' yang berarti mengenal atau mengetahui.

Dan proses mengenal itu hanya bisa terjadi ketika manusia berhenti sejenak, diam secara fisik, tetapi hati dan pikirannya bergerak menjangkau makna kehidupan.

Di situlah manusia mulai bertanya:

Siapa saya?

Di mana saya?

Dan mau ke mana saya?

Tetapi proses itu tidak akan terjadi kalau manusia masih terbungkus oleh kemasan-kemasan dunia. Karena itu dimulai dari ihram.

Ihram adalah proses melepaskan semua atribut dunia agar manusia sadar akan hakikat dirinya. Lalu wukuf di Arafah untuk menemukan jati diri dan mengenal Tuhan.

Kemudian Musdalifah dan lontar jumrah, yaitu proses membuang belenggu pikiran, ego, kesombongan, dan kotoran hati.

Lalu thawaf, sebagai simbol komitmen tauhid. Bahwa pusat hidup ini bukan lagi ego dan kepentingan dunia, tetapi Allah SWT. Kemudian sa'i.

Karena iman tidak cukup hanya diyakini. Values harus berubah menjadi action. Iman menjadi amal. Ilmu menjadi langkah nyata.

Dan hasil akhirnya adalah Zamzam. Mata air keberkahan yang tidak pernah kering selama ribuan tahun.

Inilah pesan besar dari perjalanan haji. Ihramkan hati kita. Temukan jati diri kita dengan wukuf. Buang belenggu diri dengan lontar jumrah.

Perkuat komitmen tauhid dengan thawaf. Lalu wujudkan dalam tindakan nyata melalui sa'i.

Semoga seluruh proses ini melahirkan manusia-manusia berkarakter Ibrahim, Ismail, dan Siti Hajar. Manusia yang menjadi teladan dan cahaya bagi dunia.

Selamat berwukuf.

Mohon maaf lahir dan batin.

@esqtours


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA