Minggu, H / 29 Januari 2023

Agresif, Pasif, dan, Asertif di Tempat Kerja (1)

Selasa 14 May 2019 10:34 WIB

Author :Ida S. Widayanti

Ilustrasi

Foto: Freepik

ESQNews.id, JAKARTA - Konflik di tempat kerja, di dalam rumah tangga, maupun dalam kehidupan sehari-hari tak bisa dihindari. Ada beberapa tipe manusia yang tampak jelas pada saat terlibat suatu konflik yaitu agresif, pasif dan asertif. Bagaimana tipe orang tersebut dan bagaimana mengatasinya.


Dalam interaksi sosial kita sering menghadapi berbagai permasalahan dengan  tipe orang yang berlainan. Ada dua karakter yang ekstrim yaitu agresif dan pasif. Gaya perilaku tersebut  mempengaruhi gaya komunikasinya. Seseorang yang agresif dalam pembicaraan biasanya membuang basa-basi, ceplas-ceplos, dan cenderung membuat orang bersikap memusuhi. Orang pasif biasanya sering membungkus kata-kata sehingga kadang ia mengatakan apa yang tidak benar-benar dimaksudkan, atau bahkan tidak berkomentar sama sekali.


Gaya (style) perilaku ekstrim pasif atau agresif tersebut keduanya sama-sama tidak menyenangkan. Selain tidak menyenangkan pihak lain, ia juga akan merasakan akibat yang tidak menyenangkan dari sikapnya itu. Meskipun bentuknya berbeda, baik respon pasif maupun agresif sebenarnya memiliki dasar yang sama, yaitu adanya rasa kekurangan (inadequacy) yang menimbulkan kecemasan. Pada orang pasif, individu merasa lemah dan tidak berdaya. Pada orang agresif, individu malu karena tidak mampu berteman dan mengatasi konflik dalam hubungan interpersonal secara memuaskan.


Gaya Agresif


Orang dengan karakter agresif dalam interaksi dengan orang lain biasanya lebih mendominasi, bertindak menyerang, baik secara fisik atau verbal. Kata-kata alternatif untuk sifat agresif adalah mengandalkan kekuatan, beringas, galak, suka bertengkar. Perilaku agresif dikaitkan dengan peningkatan hormon adrenalin. Orang-orang agresif ingin menang dengan cara apapun dan dengan harga berapapun. Mereka percaya mereka mempunyai hak lebih besar dari orang lain dan kebutuhan mereka lebih penting. Karena itu mereka cenderung bicara lebih keras, menyela, mempermainkan, dan menggunakan bahasa yang congkak dan sarkastis. Niat di belakang perilaku mereka adalah “Aku menang, kamu kalah”. (Hoda Lacey, 2003)


Selanjutnya >>>


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA