Selasa, H / 04 Oktober 2022

Sikapi 'Deal of The Century Map' Buatan AS dan Israel, Indonesia Perlu Usulkan Sidang DK PBB

Kamis 30 Jan 2020 09:42 WIB

Reporter :AA

Trump merilis peta jalan damai sengketa Israel-Palestina di Gedung Putih bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Selasa (28/01/2020).

Foto: presstv


“Peta buatan AS dan Israel ini jelas menjadi ketegangan baru bagi keamanan kawasan, Presiden Palestina jelas menolak usulan sepihak itu dan wajar bila Indonesia meminta anggota DK-PBB untuk membahas apa yang terjadi saat ini,” kata Kharis.

ESQNews.id, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI Abdul Kharis Almasyhari meminta Kementerian Luar Negeri RI mendesak Dewan Keamanan PBB (DK PBB) mengagendakan sidang darurat menyikapi Peta Jalan damai atau Deal of The Century Map Israel-Palestina usulan Presiden AS Donald Trump. 

Menurut anggota DPR Fraksi Partai keadilan Sejahtera (PKS) langkah ini sebagai upaya konspirasi kotor yang membahayakan perdamaian dunia. “Peta buatan AS dan Israel ini jelas menjadi ketegangan baru bagi keamanan kawasan, Presiden Palestina jelas menolak usulan sepihak itu dan  wajar bila Indonesia meminta anggota DK-PBB untuk membahas apa yang terjadi saat ini,” kata Kharis melalui keterangan resminya. 

<more>

Indonesia yang merupakan anggota DK PBB harus mengoptimalkan posisinya saat ini, kata dia. Dia juga menilai banyak resolusi PBB yang dilanggar dalam peta usulan Amerika seperti status Yerusalem yang dijadikan ibu kota sepihak oleh Israel.

Pada Selasa (28/01/2020), Trump merilis rencananya yang sering tertunda untuk mengakhiri sengketa Israel-Palestina di Gedung Putih bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sedangkan otoritas Palestina tidak diwakili sama sekali. Selama konferensi pers, Trump menyebut Yerusalem sebagai "ibu kota Israel yang tidak terbagi".


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA