ESQNews.id, JAKARTA – Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menegaskan komitmennya dalam memperkuat marwah institusi melalui akselerasi budaya kerja VELOCITY. Hal ini menjadi poin utama dalam audiensi strategis antara Rektor UAI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, dengan Founder ESQ, Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, yang berlangsung pada Rabu, 29 April 2026.
Pertemuan ini menandai langkah revolusioner UAI dalam membangun kemitraan strategis berkelanjutan melalui model Pentahelix, yang mensinergikan komponen pemerintah, akademisi, industri, media, dan masyarakat.
Fokus utama dari kolaborasi ini adalah menciptakan sistem terintegrasi untuk pemetaan potensi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih terarah, terukur, dan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam.

Dalam sambutannya, Rektor UAI Prof. Dr. Widodo Muktiyo menjelaskan bahwa UAI yang didirikan pada tahun 2000 di bawah naungan Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar memiliki jati diri unik karena lahir dari lingkungan masjid.
"Secara historis, pengembangan keilmuan di UAI senantiasa berakar pada nilai spiritual dan etika Islami. Pendidikan kami tidak hanya berorientasi akademik, tetapi pada pembentukan karakter dan integritas," ujar Prof. Widodo.
Untuk menjawab tantangan disrupsi, UAI merumuskan budaya kerja VELOCITY (Visionary, Entrepreneurial, Leveraging, Open for Changes, Collaborative, Innovation-driven, Transparent, dan Youthful).
Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi bagi UAI yang kini telah menyandang predikat akreditasi UNGGUL untuk terus berinovasi dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi.
Sejalan dengan visi tersebut, Prof. Ary Ginanjar Agustian memaparkan konsep AI Talent Management yang berbasis pada TalentDNA.
Teknologi ini memungkinkan institusi untuk memetakan potensi genetik dan karakter seseorang secara akurat menggunakan kecerdasan buatan, sehingga penempatan dan pengembangan SDM dapat dilakukan secara presisi.

Sebagai bentuk konkret dari pertemuan ini, dilakukan prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara Universitas Ary Ginanjar (UAG University) dan Universitas Al-Azhar Indonesia.
Kolaborasi ini akan diawali dengan sebuah pilot project yang melibatkan para dosen dan mahasiswa UAI. Melalui pemetaan TalentDNA, diharapkan setiap individu di lingkungan UAI dapat mengenali potensi terbaiknya, sehingga proses belajar mengajar dan pengembangan karier menjadi lebih efektif dan berdaya saing global.
"Kami menyambut baik kehadiran ESQ sebagai mitra strategis. Semoga kolaborasi produktif dan konstruktif ini menjadi awal yang baik bagi peningkatan kapasitas SDM yang unggul secara intelektual namun tetap teguh secara moral," tutup Prof. Widodo.