Minggu, H / 29 Januari 2023

Menyikapi Fenomena Kpop di Kalangan Remaja

Senin 23 Jul 2018 18:48 WIB

Gita Siti Fauzia

SM Entertainment

Foto: Smtown/ESQNews.id

ESQNews.id, JAKARTA - 

Industri kreatif Korea saat ini tengah menjadi perbincangan dikalangan orangtua. Mulai dari drama, lagu, kosmetik, makanan, tempat wisata, hingga fashion tidak luput dari perhatian remaja milenial kini. Tidak hanya remaja putri saja namun remaja putra pun mulai memiliki ketertarikan pada segala hal tentang korea. Melihat tren inilah yang membuat para orangtua sedikit khawatir dengan perkembangan anak-anaknya.

Namun segala tren korea yang sedang 'in' kali ini dapat pula disikapi dengan bijak dengan melihat sisi positifnya. Dengan banyaknya girlgroup dan boygroup dari korea yang disukai para remaja misalnya bisa menjadi penyemangat bagi mereka yang mengaguminya. Menjadi seorang idol di korea tidaklah gampang, mereka (para girlgroup atau boygroup) yang kini tengah bersinar tentunya mendapatkan pelatihan yang sangat ketat di agensinya. Bukan hitungan bulan mereka berlatih namun hitungan tahun sehingga akhirnya mereka bisa debut menjadi seorang idol girlgroup/boygroup.

Sebut saja Blackpink,  girlgroup asuhan YG Entertainment yang beranggotakan 4 orang ini sedang digandrungi remaja. Lagu yang dibawakannya membawa semangat tersendiri bagi para kpopers diluar sana. Namun tahukah anda bahwa salah satu personilnya harus menjadi trainee selama 6 tahun sampai akhirnya bisa debut di Blackpink.

Selain Blackpink adapula Super Junior , boygroup asuhan SM Entertainment yang saat ini beranggotakan 11 orang bisa disebut boygroup pelopor korean wave. Untuk menjadi boygroup populer pun para personil Super Junior mengalami masa trainee cukup lama.

Perjuangan menjadi seorang idola tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Ada tangis dan airmata yang dipertaruhkan oleh para trainee (sebutan untuk para idol sebelum akhirnya debut). Tidak jarang mereka menjadi trainee di usia belasan tahun. Meskipun demikian mereka tidak mengesampingkan sekolah formalnya, mereka tetap bisa membagi waktu antara sekolah dan latihan di agensi.

Perjuangan menjadi seorang idola inilah yang bisa diambil pelajaran oleh para remaja diluar sana. Perjuangan dan usaha untuk menjadi seorang yang sukses itu tidak mudah. Ada sesuatu yang harus dipertaruhkan jika ingin menjadi seseorang yang sukses.

So, buat para remaja diluar sana yang sedang menggandrungi korea, silahkan saja namun tetap tidak boleh menyampingkan urusan sekolah dan keluarga. Jangan sampai karena mengidolakan seseorang kita menjadi seperti mendewakannya. Ambil sisi positif dari idolamu untuk dijadikan motivasi ya!

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA