Senin, H / 28 November 2022

Maling dan Rampok Manfaatkan Situasi Trauma Warga Lombok

Selasa 07 Aug 2018 09:51 WIB

Singgih Wiryono

Kebakaran di Pasar Renteng Lombok Tengah, Selasa (7/8).

Foto: Twitter

Warga yang meninggalkan rumah ke pengungsian dimanfaatkan sekawanan maling untuk menjarah rumah-rumah warga.


ESQNews.id, MATARAM - Bencana gempabumi yang melanda pulau Lombok dan sekitarnya masih merasakan trauma mendalam. Belum selesai gempa susulan berakhir, warga Lombok dikejutkan dengan aksi maling dan rampok besar-besaran.


Warga yang meninggalkan rumah ke pengungsian dimanfaatkan sekawanan maling untuk menjarah rumah-rumah warga. Salah satu warga di Dusun Kluncing, Lombok Tengah, Desi mengatakan tak habis pikir salah satu rumah kerabatnya dikuras maling.


"Saya tak tahu, orang masih lemas karena gempa, mereka malah ambil kesempatan, dimana hati nurani mereka," ujar dia pada ESQNews.id, Selasa (7/8).


Tidak hanya penjarahan yang terjadi. Kebakaran di salah satu pusat perekonomian masyarakat Lombok, Pasar Renteng Lombok Tengah.


Baca juga: Gempa Susulan Belum Berhenti


Beredar isu di masyarakat bahwa pasar sengaja dibakar untuk mengalihkan perhatian komplotan maling yang menjarah rumah warga. Salah satu warga Sukarara, Lombok Tengah, Haryati menjelaskan rumah kerabatnya dijarah habis setelah mencoba menengok lapaknya yang sedang kebakaran.


"Pas dia pergi liat keadaan di pasar, pulang-pulang barang di rumahnya ludes," kata dia.




Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA