ESQNews.id, JAKARTA - Ada kisah dari Coach Ramdani. Saat ini beliau dikenal sebagai Trainer ESQ. Namun siapa sangka, dulu beliau adalah mahasiswa Teknik Elektro.
Saat menjalani kuliah, yang dirasakan justru sangat berat. Dunia teknik menuntut ketelitian tinggi, keteraturan, kesempurnaan, dan pola berpikir yang sangat sistematis.
Bagi sebagian orang, itu adalah kekuatan. Namun bagi Coach Ramdani, itu menjadi tekanan.
la menjalani hari-harinya dengan rasa berat, bahkan sempat stres. Di semester 3, ia sampai meminta izin kepada ibunya untuk pindah jurusan.
Namun ibunya berkata, sayang jika waktu yang sudah berjalan harus diulang kembali. Akhirnya beliau tetap melanjutkan. Berjuang hingga lulus.
Namun, beliau justru lebih hidup ketika aktif di organisasi dan kegiatan di luar kelas. Di sanalah energinya muncul.
Hingga suatu saat beliau melakukan assessment Talent DNA, semuanya menjadi jelas. Talenta kuat beliau adalah Articulate, Energizer, Noble, dan Visionary. Talenta seorang komunikator, penggerak, inspirator, dan pembawa visi.
Sementara pola kerja yang sangat teknis dan terstruktur justru bukan kekuatan alaminya. Tidak heran jika dulu kuliah di Teknik Elektro terasa begitu berat.
Setelah lulus, beliau tidak melanjutkan karir di bidang tersebut. Beliau memilih jalan yang berbeda. Bergabung dengan ESQ. Menjadi trainer.
Coach Ramdani menyadari satu hal. Ada waktu yang terbuang. Ada biaya yang tidak sedikit yang telah dikeluarkan.
Ada potensi yang seharusnya bisa lebih cepat berkembang jika sejak awal sudah memahami talenta diri.
Jangan sampai kita atau anak-anak kita mengalami hal yang sama. Salah jurusan bukan hanya soal salah memilih pendidikan. Tapi juga tentang waktu, biaya, dan arah hidup yang tertunda.
Kenali talenta sejak dini.
Klik bit.ly/freeTDNA
Jangan tunggu terlambat.
@talentdna.me
https://www.instagram.com/reel/DV-zPI-ktJk/?igsh=N29td3NpNGI2cm42