Selasa, H / 05 Juli 2022

Kementerian PANRB gelar Workshop Tim Penggerak Budaya Kerja ASN BerAKHLAK demi Wujudkan Indonesia Emas 2045 dengan 8 Tips Ini dari ACT Consulting

Kamis 12 May 2022 17:04 WIB

Reporter :EDQP

Potret saat kegiatan berlangsung

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) gelar Workshop Tim Penggerak Budaya Kerja ASN BerAKHLAK pada tanggal 12 Mei 2022 secara hybrid di Ayana Midplaza Jakarta serta zoom meeting.

Tim penggerak budaya kerja ASN BerAKHLAK yang hadir di antaranya dari BKN, KASN, LAN, Kemendagri, dan Bappenas. Puluhan orang tersebut berasal dari level yang berbeda seperti Kepala Biro/Direktur serta para Pejabat fungsional yang membidangi Budaya Kerja.



Seperti yang telah diketahui bersama, Presiden Joko Widodo secara resmi meluncurkan Core Values BerAKHLAK dan Employer Branding ASN secara virtual melalui live streaming Youtube pada Selasa, 27 Juli 2021. Core Values ASN meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten,  Harmonis,  Loyal, Adaptif, Kolaboratif yang disingkat BerAKHLAK.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk menyamakan persepsi dan pemahaman mengenai Roadmap dan Rencana Aksi Budaya Kerja ASN di antara Tim Penggerak Budaya Kerja ASN. Sehingga para tim penggerak budaya kerja dapat berkolaborasi mensosialisasikan dan mendampingi instansi pemerintah dalam penerapannya. Hal ini juga sebagai bentuk realisasi implementasi dari salah satu core values yaitu kolaboratif.



Alex Denni, Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB membuka serta memberikan sambutannya di awal sesi. Ia mengapresiasi semua tim penggerak budaya kerja ASN yang hadir baik yang online maupun offline.

"Saya beruntung hari ini bertemu tim penggerak budaya kerja ASN meskipun 78% ASN kita sebenarnya berada di daerah. Dengan berkumpulnya kita di sini harapannya agar lebih lincah lagi kolaborasinya antar organisasi," kata Alex di atas podium.

Alex Denni juga mengatakan ekspektasinya khusus untuk tim penggerak budaya kerja ASN, "Diharapkan kalian menjadi lebih inovatif kreatif sebagai motor penggerak atau be a trimtab. Kemudian membangun hubungan yang kuat dengan PPK/Pyb setiap IP selaku sponsor (change leader). Tak hanya itu, kalian sebagai tim penggerak juga harus membangun kolaborasi dengan change agent di setiap IP. Terakhir adalah dapatkan umpan balik dan jadikan masukan untuk perbaikan atau percepatan."

Menurutnya, penguatan budaya kerja dan employer branding ini sebagai bagian dari strategi dan akselerasi transformasi SDM aparatur dalam mendukung reformasi birokrasi.Untuk itu, dalam transformasi birokrasi Indonesia atau birokrasi berkelas dunia dan pelayanan public yang kompetitif dibagi menjadi tiga bagian yakni transformasi organisasi, transformasi SDMA, dan transformasi sistem kerja.

"Dua transformasi atau agenda besar itu tidak akan jalan tanpa adanya transformasi SDM. Untuk itu, kita hadirkan pakarnya di sini untuk mengupas tuntas terkait sumber daya manusia, yaitu Pak Ary Ginanjar Agustian," tuturnya.

<more>

Salah satu upaya untuk mencapai itu semua, Ary membagikan 8 tips membangun budaya kerja BerAKHLAK yakni dengan Mapping, Sosialisasi dan internalisasi, Memiliki kompetensi membangun budaya kerja, Membentuk leader, Agen perubahan, Evaluasi dan Intervensi, Award dan apresiasi, Manfaatkan teknologi.

"Mengapa budaya kerja ini penting? Bob Leduc, President of Pratt & Whitney (Perusahaan pembuat mesin pesawat terbang yang sudah berdiri sejak tahun 1925) pernah mengatakan tidak perlu diragukan lagi bahwa saat ini kita berada dalam era VUCA. Pada dasarnya, lingkungan di sekitar kita bergerak dalam berbagai arah. Oleh karena itu, kita harus menguatkan budaya organisasi karena hanya dengan demikian kita dapat bergerak cepat," paparnya.



Ary juga menambahkan, "InsyaAllah BerAKHLAK juga akan kami luncurkan dan ditandatangi oleh para alumni ESQ khususnya untuk Non ASN di seluruh Indonesia. Peluncurannya akan dilaksanakan saat ulang tahun ESQ. Mohon doanya."

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA