Jumat, H / 24 September 2021

Ini Masa Tunggu Haji Negara di ASEAN, Ada yang Mencapai Ratusan Tahun!

Rabu 28 Aug 2019 14:43 WIB

Author :Redaksi

ilustrasi

Foto: gulfnews

Sistem mencatat antrean haji terpendek di Indonesia adalah 9 tahun, antrean terpanjang 41 tahun.


ESQNews.id, JAKARTA – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah mengatakan meski kuota jemaah haji Indonesia merupakan terbanyak sedunia, namun ada negara lain dengan masa antrean yang lebih lama.


Masa antrean calon jemaah haji di Malaysia merupakan terlama dari negara lain di ASEAN. Antrean jemaah Malaysia mencapai 120 tahun, mengingat kuota Malaysia hanya 33.000 per tahun. Setelah itu, antrean jemaah haji Singapura menempati urutan terlama kedua dengan masa antrean 34 tahun.


Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Djumali mengatakan, masalah ini dibahas dalam pertemuan para Konsul Haji Negara ASEAN dan Sri Lanka di Jeddah, Arab Saudi, Selasa (27/8/2019) lalu dikutip dari Anadolu Ajansi.


“Untuk Indonesia, rata-rata lama antrian berangkat hajinya pada kisaran 20 tahun,” kata Endang, dalam keterangannya, pada Rabu (28/8/2019). Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) mencatat antrean haji terpendek di Indonesia adalah 9 tahun dan terpanjang 41 tahun.


Saat ini, kata Endang, Indonesia memiliki kuota jemaah haji hingga 231.000, jauh lebih banyak ketimbang Malaysia yang memiliki 33.000 kuota. Seluruh jemaah haji Indonesia itu, lanjut Endang, terbagi hingga 529 kelompok terbang, sedang Malaysia 69.


Thailand merupakan negara Asia Tenggara dengan urutan kuota terbesar ketiga, 8.500 jemaah dan 58 penerbangan. “Antrean di Thailand sangat pendek, hanya 1 tahun,” ujar Endang.


Sri Lanka juga sama dengan Thailand, masa tunggu hanya satu tahun. Menyusul Brunei Darussalam dengan kuota 1.000 jemaah, empat penerbangan, dan antrean 3 tahun. Juga Singapura dengan 1.500 kuota jemaah haji dan 40 penerbangan.


Sedang rata-rata biaya ibadah haji di Indonesia maupun di Malaysia berada pada kisaran USD2.500, ujar Endang. Sementara Singapura mematok biaya haji USD8.000-13.000, Thailand USD5.888 dan Brunei Darussalam USD4.000.


Malaysia terlama

Sebelumnya, Ketua Rombongan Tabung Haji Malaysia Dato Sri Syed Saleh bin Syed Abdul Rahmad mengatakan, jumlah jemaah calon haji Malaysia yang telah mendaftar melalui lembaga Tabung Haji Malaysia mencapai 2,5 juta orang. Sementara, jatah kuota haji Malaysia hanya sekitar 30 ribu kursi per tahun. Imbasnya, antrean tunggu haji menjadi sangat panjang.


"Sebanyak 80 persen dari kesulurahan kuota digunakan untuk haji reguler. Sedangkan 20 persennya diserahkan kepada syarikat swasta untuk paket haji plus," kata dia, saat berkunjung ke Misi Haji Indonesia di Makkah, Rabu, 21 Agustus 2019, seperti dikutip dari Medcom.id.


Karena masa tunggu ratusan tahun, maka Tabung Haji Malaysia melarang warga yang sudah pernah berhaji untuk mendaftarkan kembali. "Dulu ada masa tunggu lima tahun dari pendaftaran haji pertama ke kedua, sekarang sudah tak boleh lagi," kata Dato Sri.


Dia mengatakan jemaah haji Malaysia yang berangkat tahun ini sudah mendaftar 12 tahun sebelumnya. Setelah masa itu, pendaftaran haji melonjak hingga menghasilkan masa tunggu ratusan tahun.

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA