Senin, H / 28 November 2022

Gapai Target Ratusan Milyar, PT PP Semakin Perketat Culture Leader untuk Tanamkan AKHLAK! ACT Consulting Bagikan Kiatnya

Selasa 22 Nov 2022 18:41 WIB

Reporter :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA - Di penghujung tahun, PT Pembangunan Perumahan (PT PP) Persero Tbk menjadi tuan rumah saat menggelar moment Refreshment AKHLAK Culture Leader dengan tema #LivingTheGrandWhy AKHLAK BUMN. Kegiatan berlangsung pada tanggal 22 November 2022 di Auditorium Wisma Subiyanto Jakarta.


Novel Arsyad (Direktur Utama) hadir bersama Sinur Linda Gustina M (Direktur Strategi Korporasi dan Human Capital), Agus Purbianto (Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko), Anton Satyo Hendriatmo (Dir. Ops Gedung), Yul Ari Pramuharjo (Dir. Ops Infra), Eddy Herman Harun (Dir. Ops EPC), dan puluhan leader lainnya.


PT PP ancang ancang untuk melek mempersiapkan tahun 2023 yang penuh dengan tantangan tersebut. Sehingga harus dihadapi dengan rasa optimisme, semangat baru, juga yakin bisa menggapai target ratusan Milyar.


Dalam upayanya mencapai itu semua, PT PP beberapa kali bersinergi dengan ACT Consulting seperti menginternalisasi, mengimplementasi, serta pengukuran kesehatan budaya kerja AKHLAK (ACHI) dan lainnya. Alhasil, PT PP mengundang Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group/ACT Consulting), Rudi (Trainer ESQ) beserta tim saat perhelatan itu.


Sebagai informasi, PT PP adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang bergerak di Bidang Konstruksi.




"Sudah 2 tahun BUMN khususnya PT PP menanamkan korporasinya dengan Core Values bernama AKHLAK. Kini kita refreshment, melihat sejauh mana AKHLAK ini sudah mendarah daging di lingkungan kita," ucap Novel.


Dirut PT PP berharap bahwa AKHLAK tak hanya menjadi jargon semata namun harus menjadi satu karakter yang akan selalu bermuara terus dalam setiap pekerjaan atau lingkungan sekitar.


"Untuk itu, Pak Ary Ginanjar akan memberikan penjelasannya agar kita selalu menjaga nilai nilai dasar AKHLAK. Memberikan saran agar kita bisa meningkatkan kapasitas diri, mampu bertahan puluhan tahun ke depan," sambungnya.


Menurutnya, di masa depan yang tidak bisa diprediksi ini perlu dipersiapkan sedini mungkin terutama para pimpinan pimpinan di PT PP ini. Yang nantinya akan memberikan warisan kepada generasi milenials sebagai penerus perusahaan ke depannya.


"Mengingat kita juga punya anak perusahaan yang banyak sehingga mengelola ini tidak mudah. Jadi kita harus punya progress yang jelas agar merata. Apalagi kita punya target untuk menggapai ratusan Milyar," kata sang Dirut.


Lebih lanjut, "Maka Pak Ary yang sudah expert di bidangnya akan memberikan pengalamannya kepada kita. Kita akan sharing atau diskusi santai. Mulai dari bagaimana caranya agar menjadi role model sebagai seorang pemimpin, meningkatkan komitmen, menjadikan program core values dibangun di setiap unit kita dan lainnya."


Puluhan insan PT PP yang hadir nampak serius mendengarkan arahan dari pimpinannya tersebut. Mereka juga kompak dan fokus mengikuti setiap perjalanan sesinya.


Suasana ruangan terlihat tidak monoton, temanya serasi perpaduan biru dan putih dengan ciri khas anak milenials dan zelenials sehingga tidak kaku.




Dalam kesempatannya, di awal sesi Ary menerangkan bahwa tema kali ini berkaitan dengan Culture Leader atau pimpinan yang berada di Top Management yang harus bisa menjadi role model bagi tim di bawahnya dalam menginternalisasi Core Values AKHLAK ini.


"Agar target ratusan Milyar bisa tercapai, tergantung dari Anda sebagai Direksi PT PP. Teringat, Anda juga harus menghadapi jaman yang tidak mudah ke depannya, harus bisa survive di era VUCA, resesi dan segala kondisi yang tidak bisa diprediksi selanjutnya. Maka hadapi semua itu dengan 3 jurus yakni managing energy, growth mindset, dan ilmu coaching," kata Ary di atas podium.


Dikatakan oleh pria berbaju putih itu, "Anda harus membuat mental yang tahan banting yang disebut super Agility. Yang pertama, change agility yakni mampu beradaptasi dengan perubahan apapun, mental agility yakni mampu bertahan dalam kondisi apapun, people agility yakni mampu bekerja sama dengan siapapun, learning agility yakni mampu memahami dan mempelajari hal baru dengan cepat, dan result agility yakni mampu tetap berprestasi dalam kondisi apapun."




"Untuk jadi Super PP, maka yang pertama karyawan harus punya yaitu purpose. Sedangkan untuk meningkatkan apa capacity dan energy supaya tidak melanggar aturan maka yang dipegang adalah values. Seperti hasil riset dalam bukunya Jim Collins yang mengatakan bahwa perusahaan yang bisa bertahan ratusan tahun itu karena menjaga core purpose dan core valuesnya," papar sang Penulis buku AKHLAK itu.


Ary melanjutkan, "Dan supaya Anda bisa high energy maka Anda harus mampu memanage energy dengan rumus Gerak, Kata, Fokus ke hal hal yang positif yang diinginkan. Dan untuk menghadapi perubahan yang cepat atau merespon dengan cepat, otak kita harus memiliki cara berfikir yang growth mindset."


<more>


Lalu, bagaimana cara mengaplikasikan semua itu? Pendiri Menara 165 memberikan ilmu yang disebut Coaching. Menurutnya, para direksi BoD-1, BoD-2 dan pimpinan lainnya harus punya ilmu tersebut.


"Metode Coaching adalah sebuah teknik bertanya dan mendengarkan seseorang tanpa ada unsur menasehatinya. Tujuannya adalah untuk menggali potensi yang ada pada dirinya, perencanaan strategi, bahkan mempunyai perencanaan untuk menyelesaikan permasalahannya tanpa diberikan saran atau masukan dari orang lain."


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA