Rabu, H / 03 Juni 2026

Ary Ginanjar Agustian Sampaikan Materi ESQ, Bangun Motivasi dan Produktivitas Periset

Jumat 17 Apr 2026 18:00 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, Cibinong – Motivator nasional yang juga dikenal sebagai pencetus konsep Emotional Spiritual Quotient (ESQ), Ary Ginanjar Agustian menyampaikan materi ESQ dalam acara Meeting Akbar Sivitas Organisasi Riset (OR) Pertanian dan Pangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam rangkaian kegiatan ROAFERIAN #14 bertajuk“Bangun Motivasi dan Produktivitas, Sinergikan Riset dan Inovasi untuk Pertanian dan Pangan Tangguh”.


Dalam paparannya, ia menjelaskan konsep ESQ 165 sebagai pendekatan yang mengintegrasikan kecerdasan emosional (EQ) dan spiritual (SQ), dengan memanfaatkan kekuatan pikiran bawah sadar untuk membentuk mentalitas yang tangguh, beretika, dan berlandaskan nilai spiritual.


“Konsep ini menekankan pentingnya keseimbangan antara IQ, EQ, dan SQ dalam kepemimpinan, sekaligus sebagai fondasi dalam membangun karakter unggul menuju Indonesia Emas 2045,” jelas Ary saat menyampaikan paparan di Hall Gedung ICC KST Soekarno, Cibinong, Bogor, Selasa (14/04)


Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN, Puji Lestari menerangkan bahwa kegiatan ini menjadi upaya strategis untuk memperkuat semangat, kinerja, serta kolaborasi sivitas riset di bidang pertanian dan pangan.


Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, seperti perubahan iklim, keterbatasan sumber daya, dan meningkatnya tuntutan inovasi, penguatan kapasitas dan sinergi menjadi kunci dalam mendukung ketahanan pangan nasional.


Kegiatan ini, lanjut Puji, merupakan Rapat Koordinasi (Rakor) pertama pada Semester I di tingkat organisasi riset, yang dirancang untuk dilaksanakan dua kali dalam setahun.


“Ini adalah rakor pertama di level OR pada semester I. Insya Allah, pertemuan berikutnya dapat dilaksanakan lebih fleksibel, termasuk berkeliling ke pusat-pusat riset,” jelasnya.


Ia juga menambahkan bahwa di tingkat pusat riset, pertemuan luring direncanakan dapat dilakukan hingga empat kali dalam setahun, sesuai kebijakan masing-masing.


Puji menekankan bahwa pertemuan secara luring memiliki nilai penting dalam mempererat kebersamaan dan interaksi antarperiset.


“Dengan berkumpul secara langsung seperti hari ini, kita bisa membangun kedekatan yang tidak tergantikan, baik secara profesional maupun emosional,” ungkapnya.


Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek riset semata, tetapi juga pada penguatan karakter, kepemimpinan, serta nilai-nilai spiritual para periset.


“Kita tidak hanya berbicara tentang riset dan profesi, tetapi juga bagaimana membangun karakter, memahami keunikan diri, serta memperkuat kepemimpinan dan basis spiritual. Kombinasi ini penting untuk membentuk periset yang profesional sekaligus humanis,” tuturnya.


Menurutnya, pendekatan tersebut akan mendorong terbentuknya ekosistem riset yang lebih kolaboratif dan harmonis.


“Riset tidak hanya dibangun atas dasar profesionalisme, tetapi juga kedekatan emosional dan chemistry antarindividu, sehingga kolaborasi bisa berjalan lebih kuat,” tambahnya.


Puji berharap momentum pertemuan ini dapat mendorong kreativitas para periset dalam menghasilkan inovasi yang berdampak nyata.


“Riset yang dilakukan tidak boleh berhenti di laboratorium atau hanya menjadi karya ilmiah. Harus ada hilirisasi agar hasilnya benar-benar bermanfaat bagi pengguna,” tegasnya.


Ia juga menekankan pentingnya memperluas jejaring dan kolaborasi, baik di internal maupun antar pusat riset.


“Melalui forum ini, diharapkan terjadi pertukaran ide, pengalaman, serta penguatan jaringan, sehingga potensi dan keunggulan masing-masing dapat saling melengkapi dan menghasilkan kolaborasi yang lebih kuat,” ujarnya.


Selain itu, Puji menyinggung sistem penilaian kinerja yang kini berbasis pada output, outcome, peran strategis, dan kompetensi.


“Proses penyusunan SKP saat ini menekankan hasil yang berdampak. Karena itu, pertemuan seperti ini diharapkan dapat memberikan multiplier effect, tidak hanya dalam berbagi ide, tetapi juga dalam membangun kolaborasi riset yang konkret,” jelasnya.


Sebagai penutup, ia berharap kegiatan ini mampu memperkuat sinergi dan menghasilkan inovasi yang berdampak luas.


“Mari kita manfaatkan momentum ini untuk membangun kolaborasi yang lebih solid, menghasilkan karya yang berdampak, serta memperkuat kontribusi riset pertanian dan pangan bagi ketahanan pangan nasional,” pungkasnya, melansir dari Humas BRIN.


Lebih dari itu, dalam acara tersebut juga disampaikan paparan capaian kinerja Triwulan I dari tujuh Pusat Riset di lingkungan Organisasi Riset Pertanian dan Pangan.


Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada Kepala Pusat Riset, Kelompok Riset, dan Periset terbaik di lingkungan OR Pertanian dan Pangan tahun 2025.


Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja, dedikasi, serta kontribusi dalam menghasilkan inovasi yang berdampak. 


https://www.instagram.com/reel/DXO8u99EnJL/?igsh=ZXppbXYyYjlmenMw


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA