Senin, H / 16 Desember 2019

Talkshow Wakaf ESQ: Donasi Bernilai Wakaf melalui Wakaf Polis

Rabu 10 Jul 2019 18:14 WIB

Reporter :Redaksi

Para Pimpinan dan Stakeholder Wakaf 165

Foto: ESQ Media

ESQNews.id, JAKARTA -  Lembaga Wakaf ESQ165 mengadakan acara talkshow bertemakan Program Wakaf Donasi Bernilai Wakaf melalui Wakaf Wasiat Produktif. ESQ memiliki Badan Wakaf yang cukup lama terbentuk dan dipercaya sebagai lembaga wakaf untuk menampung wakaf para alumni ESQ yang sudah berjumlah 1,7 juta Alumni.


Kini lembaga Wakaf ESQ mengembangkan sayapnya untuk memberikan kontribusi lebih dalam membangun bangsa. Yayasan Wakaf dengan nama Yayasan Bangun Nurani Bangsa ini memberikan banyak kontribusi.


Ketua Umum Wakaf ESQ, Hariyo Puguh mengatakan, Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia memiliki potensi yang besar dalam bidang pendapatan pengelolaan wakaf produktif. Itulah sebabnya, dengan potensi yang besar tersebut ESQ ikut memberikan kontribusi dalam mengembangkan pengelolaan wakaf produktif.



-Wakaf ESQ Luncurkan Mushaf Tulis

-Berwakaf dengan Cara Mudah dan Unik


"Ini yang membuat kami merasa perlu untuk ikut terlibat mengembangkan potensi yang besar ini," ujar dia dalam pengantar acara Talkshow Wakaf di Menara 165, Rabu (10/7).


Dalam acara tersebut hadir juga Direktur Bank Mega Syariah, Marjana dan juga Pimpinan Mega Life Syariah, Yuli Satyagasa sebagai stakeholder program wakaf yang diluncurkan oleh Wakaf ESQ 165.


Dalam talkshow tersebut, hadir juga sebagai pembicara Dewan Pengawas Syariah Wakaf ESQ 165 yang juga Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia, KH. Cholil Nafis.


Cholil mengatakan, peradaban sebuah bangsa dan negara yang penduduknya mayoritas Islam dibangun dari Wakaf. Dirinya mencontohkan di masa kekhalifahan masih berjaya, banyak wakaf produktif yang dibuat untuk pendidikan, tempat ibadah dan fasilitas kesehatan.



-Jawa Barat Luncurkan Proyek Pembangunan Masjid di Gaza

-Agent of Change Ekonomi Syariah Bersama ESQ


"Peradaban itu dibangun dari Wakaf seperti Universitas di Maroko, dan di zaman Sahabat. Wakaf itu untuk jangka panjang, sedangkan Zakat untuk jangka pendek," ujar dia.


Cholil Nafis menjelaskan, Wakaf sudah semestinya harus dikembangkan untuk kesejahteraan Umat. Berbeda dengan arti umum wakaf yang selama ini dipahami oleh kebanyakan orang di Indonesia.


Sehingga apa yang terjadi, saat ini wakaf tidak bisa dikelola dengan produktif. Pasalnya bentuk wakaf hanya berkisar sebagai tempat ibadah atau pekuburan saja.



"Tapi di Indonesia wakafnya itu hanya kuburan. Sebenarnya kita buat negara wakaf. Karena sebesar singapura wakaf di Indonesia.


Wakaf bisa seperti Mall, SPBU. Jadi ada wakaf dijadikan masjid, ada wakaf untuk kepentingan masjid. Tidak ditempati pesantren, tapi hasil kelola SPBU bisa untuk biaya pesantren," ujar dia.


Selanjutnya >>>


[1] [2]


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA