Jumat, H / 23 Agustus 2019

Dimensi dan Nilai Tata Ruang Kota Dalam Al-Qur’an

Senin 08 Oct 2018 14:26 WIB

Nur Hasan

kota madinah.

Foto: risalah islam

Oleh : Nur Hasan

ESQNews.id - Populasi masyarakat dunia yang setiap hari selalu bertambah banyak, membutuhkan penataan ruang kota agar populasi masyarakat yang selalu bertambah ini bisa hidup dalam keadaan yang optimal dengan lingkungan hidupnya. Di negara-negara yang penduduk muslimnya banyak, penataan ruang kota sangatlah penting. Hal ini karena menyangkut hajat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat tersebut.


Islam bukan hanya agama yang mengurusi antara hukum halal dan haram saja, tetapi juga mencakup tentang hubungan sesama manusia, dan hubungan antara manusia dengan sang pencipta.  Tata ruang dan kota, bagi masyarakat muslim adalah sesuatu yang penting. Selain menyangkut hajat hidup sesama manusia dalam berhubungan satu sama lainnya, namun juga menyangkut kebutuhan manusia dengan Tuhannya, yaitu untuk beribadah.


Kota sebagai pusat perekonomian, memiliki peran yang sangat besar untuk pembangunan dan perkembangan masyarakatnya di segala sektor. Salah satu ayat dalam Al-Qur’an yang menyiratkan tentang penataan ruang kota, supaya manusia selain tetap bisa berhubungan dengan sesama manusia tetapi tidak lupa dengan penciptanya adalah firman Allah SWT dalam surah Al-Jumu'ah: Ayat 9;

 

Yang artinya; "Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."


Adapun maksud dari ayat tersebut adalah apabila imam telah naik mimbar dan muadzin telah adzan di hari Jum'at, Maka kaum muslimin wajib bersegera untuk pergi ke masjid dan meninggalkan semua pekerjaannya.


Dalam fiqh, ayat ini menjadi dasar hukum wajibnya sholat Jum’at bagi umat Islam. Sekaligus dasar hukum akan dilarangnya segala bentuk transaksi yang dilakukan ketika sholat Jum’at berlangsung. Selain itu, ayat ini juga menjadi pedoman terhadap sebuah disiplin ilmu yang bernama ilmu tata ruang kota  atau yang lebih dikenal dengan planologi dalam Islam.


Planologi atau perencanaan wilayah dan kota adalah suatu program studi yang mempelajari tentang cara merencanakan suatu wilayah, dan kota dengan memperhatikan berbagai pertimbangan yang terkait dalam pengembangannya. Baik itu secara fisik, sosial, ekonomi dan lingkungan.


Dalam masyarakat Islam, masjid merupakan pusat ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya bagi umat Islam. Keberadaan masjid harus dibangun di tengah-tengah pemukiman warga, dan tidak boleh jauh dari dari keberadaan pemukiman. Dalam artian bahwa masjid sebaiknya dibangun di wilayah yang padat penduduk, misalnya di tengah kota. Supaya masyarakat tidak hanya menjadi orang-orang yang rakus karena hanya mengejar dunia saja, dan supaya masyarakat tidak menjadi orang yang malas karena hanya mengejar amal akhirat saja.


Oleh karena itu, dalam penataan sebuah kota keberadaan masjid tidak boleh jauh dari pusat keramaian atau kegiatan masyarakat sebuah kota. Misalnya letak masjid tidak berjauhan dengan pusat-pusat pembelanjaan, seperti mall, kantor kerja dan lain sebagainya. Hal ini dimaksudkan agar antara urusan dunia dan akhirat umat Islam tetap berjalan satu sama lainnya.


Selain itu, jika letak masjid jauh dari pusat perekonomian seperti pasar, dan lain sebagainya. Tentu saja ketika adzan berkumandang, tidak akan terdengar. Dan tentu saja orang-orang akan melanjutkan berjualannya daripada untuk menghadap sang pencipta.


Karena ibadah umat Islam berbeda dengan umat agama lain, dimana umat agama lain beribadah pada waktu-waktu terntentu saja. Maka keberadaan tempat ibadah yang jauh tidak menjadi masalah, dan hal ini berbeda dengan umat Islam. Dimana setiap hari mempunyai kewajiban untuk beribadah, yaitu sholat lima waktu dan sholat Jum’at. Tentu penataan kota, dengan peletaan masjid berdekatan dengan pusat-pusat aktivitas masyarakat sangat membantu umat Islam dalam menjalankan ritual agamanya.


Dan sejatinya peradaban Islam, dari dulu selalu peduli dengan lingkungan dan membuatnya semenarik mungkin, hal ini bisa kita lihat dalam peninggalan-peninggalan warisan peradaban Islam di penjuru dunia. Keberadaan masjid di tengah-tengah pusat kota dan berdekatan dengan pusat perekomian adalah bentuk dari kepedulian Islam kepada para pemeluknya, yang tercermin dalam nilai-nilai Islam yang ada di dalam Al-Qur’an.



Nur Hasan. Penulis adalah Alumnus Islamic Studies International University of Africa, Sudan.

Ingin tulisanmu dimuat di ESQNews.id? kirimkan ke email kami di redaksi@esq165.co.id


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA