Jumat, H / 24 Januari 2020

Haji itu panggilan, dipanggil atau terpanggil? (1)

Rabu 03 Jul 2019 10:24 WIB

Author :Ida S. Widayanti

Ilustrasi

Foto: ESQ Tours Travel

ESQNews.id, JAKARTA - Bagaimana kita akan menanam benih padi di saat yang bersamaan tanahnya belum dipersiapkan masih banyak rumput dan ilalang serta gulma bersarang, bahkan tanahnya pun belum di bajak pula. Lalu bagaimana hasil tanaman padinya tentu tidak akan tumbuh dengan sempurna bahkan bisa mati.


Begitu juga saat awal menanamkan niat berhaji ke tanah suci namun bersamaan masih banyak mindset-mindset yang salah berkeliaran seperti layaknya rumput dan ilalang serta gulma dalam pikiran kita, lalu bagaimana niatan haji itu akan subur atau bahkan akan mati?


- Seru dan Haru Semua Jadi Satu di Manasik Haji ESQ

- Daftar Haji? Ini Keunggulan yang Ditawarkan ESQ Tours

Kisah nyata, saya pernah berjumpa dengan seorang Ibu yang sudah memberikan uang pendaftaran haji untuk suaminya, namun tiba-tiba dibatalkan oleh sang suami, tahu apa sebabnya?. Bayangkan sang suami memiliki pemahaman bahwa saat menunaikan ibadah haji disana jangan-jangan dosa-dosanya akan langsung dibalas. Hal ini semakin diperkuat sebulan sebelum di daftrkan haji, sang suami pergi menunaikan ibadah umrah dan si suami mengalami pengalaman buruk hingga sampai tercecer dari rombongan, dan kejadian ini semakin membenarkan persepsi yang terbentuk dalam fikirannya bagaimana kalau menunaikan ibadah haji jangan-jangan langsung di bayar tunai di tempat.


Kisah seorang pejabat yang belum berhaji, hanya karena merasa masih banyak dosa, karena alasan inilah lalu beliau mengurungkan niat berhajinya, pertanyaannya dimana dan bagaimana bisa membersihkan dosa bukan nya dengan menjalankan ibadah haji justru dihapuskan dosa-dosanya?


[1]   [2]   [3]   [4]


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA