Kamis, H / 09 Desember 2021

Transformational Leadership di PIHC, Ary Ginanjar: Masa Depan Indonesia Ditentukan oleh Ini

Senin 12 Apr 2021 14:16 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Ary Ginanjar Agustian

Foto: dok. ESQ

"Pimpinan bertanggungjawab mendefinisikan, membentuk, dan membangun budaya organisasi. Bahkan tugas utama seorang pimpinan adalah membentuk dan mengelola budaya organisasi" - Edgar Schein.

 

ESQNews.id, JAKARTA - Workshop Transformational Leadership digelar pada Senin (12/4/2021) via daring, dalam rangka agenda pembuka Program Transformasi Budaya Pupuk Indonesia Grup (PIHC) tahun ini. Training dihadiri oleh Dirut PIHC, Ahmad Bakir Pasaman, beserta seluruh Direktur di Holding dan Anak Perusahaan di antaranya PT PIM, PIE, Pusri, PKC, Mega Eltra, Pupuk Kaltim, Rekind, Petrokimia Gresik, dan lain-lain.



<more> 


Para pimpinan dipandu langsung oleh Ary Ginanjar Agustian (President of ACT Consulting), dan Rinaldi Agusyana (trainer).

 

"Ada 5 hal yang menentukan culture yang akan Anda bangun. Ini adalah hasil riset dari Edgar Schein," ungkap Ary dari Studio lantai 23 Menara 165.

 


 

Ary Ginanjar mengingatkan bahwa kita hidup di jaman menuju Era Revolusi 5.0, dimana komposisi generasi di PIHC terdiri dari 10% Generasi Z (<25 tahun), 66% Generasi Y (26-40 tahun), 11% Generasi X (41-50 tahun), 13% Generasi Baby Boomers (>50 tahun).

 

"Maka dari itu ada tiga kunci cara meng-handle milenials dan zelenials. Bukan saya mengajari ilmu ini, namun inilah yang telah saya berikan dan alami sendiri. Hasilnya terbukti bahwa 8 kali lipat agility mereka meningkat dan inovasi mereka 7 kali lipat meningkat. Masa depan Indonesia ditentukan oleh ini," sambungnya.

 


 

Tak hanya itu, menurut sang motivator Indonesia 'rahasia' pemimpin masa kini, harus memahami 5I (Idealized, Influence, Inspirational Motivation, Intellectual Stimulation, Individualized Consideration) Transformational Model.

 

"Compassion ibaratnya jantung, dan mission adalah paru-parunya. Sebagai leaders, kita harus mengetahui hal yang disuka, yang dibutuhkan oleh karyawannya (mengingat SDM). Selanjutnya masuk ke dalam lingkaran tim, saling bertukar dan menyatukan pikiran agar selaras menjalankan organisasi. Sehingga 5I bisa dijalankan, nanti kami bantu," tuturnya.

 


 

Suasana acara semakin seru saat Rinaldi memandu beberapa gerakan tubuh mengikuti alunan musik.

 


 

"Nah sudah makin semangat semuanya? Mari kita test dulu apakah bapak dan ibu sudah saling mengenal sesama tim? Tolong jawab beberapa pertanyaan berikut ini," kata Rinaldi memberikan arahan kepada leaders PIHC.

 


 

Hilman Taufik menjawab di kolom komentar, "1. Indrajaya, 2. Rahmat Budono, 3. Hafid, 4. Benny, 5. Ambar"

 


 

Itulah alasan PT PIHC berkolaborasi dengan ACT Consulting selama 9 bulan ke depan dalam rangka implementasikan AKHLAK dan menjalankan program-program terbaru di PIHC seperti AMoNiAK PI Group dan PIPA.

 

AMoNiAK PI Group adalah komunitas budaya PI Group yang dibentuk di setiap Unit kerja sebagai wadah Aktivasi Mobilisasi Implementasi AKHLAK. Sedangkan PIPA adalah program implementasi pemahaman AKHLAK, yang dirumuskan setiap tahun berdasarkan roadmap budaya dan pengukuran kondisi AKHLAK saat ini.



ACT Consulting juga memberikan pelayanan yang terbaik dengan pengukuran AKHLAK Culture Health Index (ACHI) yang kedua.


ACHI merupakan program transformasi untuk mengetahui kondisi budaya kerja organisasi saat ini. Hal ini bertujuan agar program transformasi dapat berjalan dengan baik, terukur dan memberikan hasil sesuai harapan.




Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA