Selasa, H / 04 Oktober 2022

Tanggapi Program Gubernur BI, Puluhan Pimpinan BI SESTABI dapat Bekal dari Ary Ginanjar

Rabu 06 Apr 2022 13:26 WIB

Reporter :EDQP

Potret Saat Acara Berlangsung

Foto: dok. ESQ

“Spiritual Revival adalah bibit yang memerlukan tanah yang subur untuk tumbuh berkembang.” – Ary Ginanjar Agustian


ESQNews.id, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo pernah mengatakan dalam media masa bahwa ada 3 hal penting yang perlu dilakukan oleh para pimpinan. Pertama, meningkatkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, mengembangkan kompetensi/keilmuan, dan profesional. Ketiga, selalu mengasah K3 (kepemimpinan, kematangan, dan kedewasaaan).

 

“Pimpinan diharapkan untuk terus memperkuat karakter-karakter positif seperti berani mengambil keputusan/tampil ke depan, inovatif, teamwork, dan memperhatikan tata kelola,” katanya.


<more>

 

Mengenai point pertama yaitu rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa maka Perry  Warjiyo yang juga alumni ESQ itu, mencanangkan program untuk mengembangkan kepemimpinan berbasis spiritualitas dengan meluncurkan Program BI Religi. Program BI Religi ini menjadi misi utama dalam pembentukan sumber daya manusia di lembaga keuangan terbesar di Indonesia ini.

 

Menurutnya, kecerdasan spiritualitas akan memberikan kekuatan pada diri seseorang untuk mampu berdiri teguh menghadapi badai kesulitan yang menghadang. Bahkan di saat berbagai tantangan menghalangi jalan seseorang dalam menegakkan kebenaran, religiusitas atau spiritualitas seseorang akan memberinya kekuatan untuk mampu melaksanakan amanah dengan baik.



 

Untuk itu, ESQ gelar webinar spiritual revival untuk puluhan Pimpinan BI level Deputy Director (SESTABI) Angkatan VII pada Rabu 6 April 2022 melalui Zoom Meeting. SESTABI singkatan dari Sekolah Pimpinan Utama Bank Indonesia.



Insan BI tersebut dipandu langsung oleh Ary Ginanjar Agustian, Founder ESQ Group serta Iman G Herdimansyah (trainer ESQ) dari Studio lantai 23  Menara 165 selama 4 sesi dari pagi hingga sore. Ary mengatakan, “Spiritual Revival adalah bibit yang memerlukan tanah yang subur untuk tumbuh berkembang.”

 

Katanya, upaya untuk melakukan Spiritual Revival kini bukanlah lagi peran kalangan agamis semata. Namun telah menjadi  kepedulian sebagai hal yang harus dipertimbangkan dalam tingkatan karir seseorang.  Lembaga besar milik negara Indonesia, yaitu Bank Indonesia adalah salah satu dari sekian banyak institusi pemerintah yang memiliki kepedulian dengan keadaan spiritualitas para karyawannya.



 

Di sela-sela acara, Iman menyapa dan memberikan pertanyaan kepada puluhan partisipan yang hadir dalam webinar, “Di sini saya ingin survey kepada bapak dan ibu sekalian. Tolong jawab pertanyaan saya, apa yang membuat bapak dan ibu merasa berharga, bahagia, di Bank Indonesia ini. Sebutkan 2 hal.”

 

Jawabannya terlihat setelah para insan BI menuliskan di platform menti.com. Hasilnya mulai tampak dengan berbagai macam kata disertai warna yang berbeda. Kata yang paling besar adalah kata yang paling banyak dijawab oleh para peserta yaitu kontribusi dan pengembangan diri.


 

Berbicara soal kontribusi, Ary mengatakan, “Salah satu cara pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa itu adalah dengan kontribusi kita kepada khalayak. Kontribusi ada di level tertinggi hingga menemukan meaning and purpose atau grand why dalam hidup ini, bisa dilihat dari setiap tangganya di ESQ Matrix ini.”

 


 

Menurutnya, Grand Why adalah ketika seseorang sudah menemukan arti dan tujuan dalam hidupnya serta bisa menjawab 3 pertanyaan yakni siapa saya? dimana saya? dan mau kemana saya?


“Grand Why adalah meaning dan purpose kehidupan kita. Setelah kita menemukan makna dan tujuan hidup, kita pun akan sadar bahwa alasan terbesar manusia diciptakan karena untuk beribadah kepada Sang Pencipta,” lanjutnya.




Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA