Jumat, H / 24 September 2021

Survei Serologi Covid-19, Pemprov DKI: Separuh Penduduk Jakarta Terdeteksi Memiliki Antibodi Covid-19

Senin 19 Jul 2021 13:00 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Ilustrasi

Foto: bbc.com

ESQNews.id, JAKARTA – Melansir dari akun Anies Baswedan, bahwa perang melawan pandemi adalah kerja panjang, pemerintah butuh kepercayaan masyarakat agar bisa menghadapinya bersama. Sejak hari pertama strategi penanganan COVID-19 di Jakarta selalu mengedepankan transparansi, tidak ada yang ditutup-tutupi dan berdasarkan pendekatan ilmiah, percaya pada ilmuwan.


Pemprov DKI kembali berkolaborasi dgn para ilmuwan. Dinkes DKI Jakarta, TIM FKM-UI, Lembaga Eijkman dan CDC Indonesia melakukan survei serologi DKI Jakarta pada 15-31 Maret. Hasilnya, ditemukan bahwa separuh penduduk Jakarta pernah terinfeksi virus SARS-CoV-2, penyebab COVID-19.


Survei Serologi mengukur proporsi warga yg memiliki antibodi terhadap virus SARS CoV-2. Antibodi terbentuk bila kita pernah terpapar atau sudah divaksinasi, saat survei ini dilakukan baru 11,4% penduduk Jakarta yg sudah vaksin.


Dari 4.919 orang disurvei, hasilnya 44,5% sudah pernah terinfeksi virus SARS CoV-2!


Dari 10,6 juta penduduk Jakarta maka diperkirakan sekitar 4.717.000 penduduk Jakarta pernah terinfeksi pada akhir Maret lalu.


Ketika survei ini dilakukan total kasus terkonfirmasi di Jakarta adalah 382.055. Ini berarti dari jumlah 4,7 juta estimasi warga yang pernah terinfeksi hanya 8,1% yg terdeteksi. Padahal testing di Jakarta sudah sangat tinggi, 10-20x dari standar WHO. Ini artinya banyak kasus tidak bergejala, sehingga tidak pernah dites dan tidak terdeteksi.


<more>


Virus ini elusive alias "licin" karena bisa terus bermutasi. Semakin kita tahu tentang virus ini, semakin kita bisa menyusun strategi menghadapinya. Pemprov DKI Jakarta mendukung penuh berbagai survei, uji klinis, penelitian di Jakarta terkait COVID.


Hasil survei serologi ini menjadi dasar ilmiah utk pengambilan keputusan dan penyusunan strategi ke depan. Kami juga sudah laporkan juga ke Pemerintah Pusat.


Dari sisi pemerintah terus memperkuat 3T dan masyarakat harus disiplin 5M. Kita harus memastikan semua yg beraktivitas di Ibu Kota memiliki kekebalan, sebagai antisipasi bila berubah menjadi endemi. Jangkauan vaksinasi diperluas melalui kolaborasi.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA