ESQNews.id, JAKARTA - Ramadhan hampir berakhir, tapi pertanyaannya: apakah yang berakhir Ramadhannya, atau hanya rutinitasnya?
Bayangkan seseorang yang rajin latihan di gym. Setiap hari disiplin, angkat beban, menembus batas diri. Latihannya mungkin selesai. Tapi kekuatan tidak akan bertahan jika disiplin ditinggalkan.
Begitu pula dengan jiwa kita. Ramadhan adalah latihan. Masa pembinaan diri. Sedangkan setelahnya adalah ujian yang sesungguhnya.
Puasa boleh berakhir, tetapi kesabaran, kejujuran, dan pengendalian diri seharusnya tetap hidup.
Kemenangan sejati bukan hanya
berhasil menahan lapar dan dahaga. Tetapi ketika nilai-nilai Ramadhan tetap bertahan meski momentumnya telah berlalu.
Karena proses menjadi manusia yang lebih baik tidak berhenti di akhir Ramadhan. Justru di situlah perjalanan yang sebenarnya dimulai.
Saksikan Sinaran Kalbu setiap Senin-Jumat pukul 04.55 WIB di Metro TV, menemani waktu subuh Anda selama bulan Ramadhan ini.
@metrotv