Sabtu, H / 22 Januari 2022

Mengelola Keuangan Pensiun Bersama Pasangan Menurut ESQ MPP

Jumat 09 Jul 2021 16:41 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Potret saat acara berlangsung

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA – PT BFI Finance Indonesia mengikuti training ESQ Masa Persiapan Pensiun (ESQ MPP) selama 3 hari penuh. Webinar itu dilaksanakan pada Senin-Rabu (5-7/7/2021). Ada sekitar 30 orang insan BFI Finance yang ikutserta, untuk mendapatkan bekal ketika akan pensiun ataupun saat pensiun.

 

Saat webinar, insan BFI Finance dipandu langsung oleh Wendy Isnandar (pakar keuangan). Menurutnya, ada hikmah di masa pandemic Covid-19 ini terkait pengelolaan keuangan.

 

“Di masa pandemic ini bisa kita jadikan ajang untuk lebih mengelola keuangan bersama pasangan di rumah. Seperti saya dan istri. Terutama bagi bapak dan ibu yang akan atau sudah pensiun,” himbau Wendy.



<more>

 

Kemudian dia menampilkan sebuah slide di layar zoom yang terdiri dari berbagai macam point di dalam bagan. Di layar tertulis hutang konsumtif, hutang produktif, penghasilan (income mix), ingin vs butuh, sisa vs sisih, dan dana darurat. Satu per satu ia jelaskan dengan singkat namun jelas.

 

“Kita bicara soal sisa versus sisih dulu. Sisa itu dalam artian saat kita menerima gaji, lalu dipake biaya hidup, sisanya buat masa depan (investasi). Sedangkan sisih, gaji kita diambil dulu buat masa depan, alokasikan dulu, sisanya dipake untuk biaya hidup. Nah rata-rata orang Indonesia metode sisih atau sisa?” tanya pria berjaket hitam itu.

 



Puluhan peserta webinar itu rata-rata menjawab dengan ‘metode sisa.’ Sehingga kebanyakan orang Indonesia saat akan atau sudah pensiun kebingungan dengan dana masa depan.

 

“Nah kan, padahal biaya hidup akan naik secara eksponensial berdasarkan tergerusnya jaman. Mumpung belum terlambat, yuk mari menggunakan metode sisih,” ajaknya.



 

Ia juga menerangkan tentang apa itu hutang konsumsif dan produktif.


“Saat masa purnabakti sebaiknya tidak berhutang karena konsumtif. Kalau mau, mending hutang produktif saja. Artinya hutang itu bisa menghasilkan sesuatu, menguntungkan bagi kitanya. Kita juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan bukan keinginan,” ucap Wendy dengan senyuman.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA