Kamis, H / 20 Juni 2024

Mendagri & Pejabat Eselon 1 Tandatangani Komitmen Penetapan Core Values BerAKHLAK Dihadiri 5000 ASN

Rabu 23 Feb 2022 15:39 WIB

Reporter :EDQP

Potret Saat Acara Berlangsung

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA - Telah berlangsung Kick Off BerAKHLAK di lingkup Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Rabu 23 Februari 2022 secara Hybrid. Event tersebut ditonton langsung oleh 10 ribu orang lebih, baik offline di Hotel Bidakara Grand Pancoran Jakarta maupun online melalui Zoom Meeting serta Live Streaming di Youtube Kemendagri RI.

"Kemendagri BerAKHLAK: Transformasi Budaya Kerja di Era 4.0” itulah tema yang dibawakan kali ini, yang merupakan kegiatan terbesar yang digelar Kemendagri. Perhelatan ini telah ditonton oleh ribuan orang seluruh Indonesia di antaranya 100-120 orang (offline), SEKDA Provinsi & 5.048 ASN Kemendagri, PEMDA (online) dan lainnya.



Dalam Kick Off ini, dilakukan penandatanganan komitmen penetapan Core Values BerAKHLAK dan Employer Branding Bangga Melayani Bangsa oleh Muhammad Tito Karnavian (Menteri Dalam Negeri RI) bersama para pejabat Eselon 1, serta disaksikan Alex Denni (Deputi Aparatur SDM KemenPANRB), Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group).  

Core Values BerAKHLAK telah di launching langsung oleh Presiden Jokowi, bulan Juli 2021. BerAKHLAK di sini adalah akronim dari 'Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif'.



Tito bersama jajarannya berharap dengan adanya kerjasama dengan ESQ atau penyelenggaraan Kick Off BerAKHLAK ini adalah sebagai langkah awal dalam pelaksanaan internalasasi budaya kerja BeAKHLAK di lingkungan Kemendagri. Tito berharap acara ini bukan hanya seremoni dan menghabiskan anggaran, namun memberi benar-benar manfaat di lingkungan Kemendagri.



“Tujuan acara ini saya tegaskan lagi bukan hanya sekadar seremonial serta menghabiskan anggaran dan program. Saya ingin dengan acara ini, memiliki manfaat yang benar-benar berarti bagi kita semua di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri,” harapnya.

Tak hanya itu Mendagri juga berharap praktik-praktik buruk yang melanggar hukum tapi karena sudah berlangsung selama bertahun-tahun dan dianggap benar dan biasa, harus segera diubah. 

“Saya ingin momentum ini dijadikan kesempatan kita untuk berubah!” 

<more>

Bicara soal transformasi, Alex Denni memberikan materinya tentang Penguatan Budaya Kerja dan Employer Branding sebagai bagian dari strategi akselerasi transformasi SDM aparatur dalam mendukung reformasi birokrasi.



"Penguatan budaya kerja dan employer branding ini sebagai bagian dari strategi dan akselerasi transformasi SDM aparatur dalam mendukung reformasi birokrasi. Untuk itu, dalam transformasi birokrasi Indonesia atau birokrasi berkelas dunia dan pelayanan public yang kompetitif dibagi menjadi tiga bagian yakni transformasi organisasi, transformasi SDMA, dan transformasi sistem kerja," paparnya.

Selanjutnya, Ary Ginanjar membacakan hasil riset awal pengukuran Indeks Kesehatan Budaya Kerja Total di Kemendagri yang telah dilakukan oleh ACT Consulting selama bulan Januari-Februari 2022 terhadap 3338 responden dari 4935 total populasi (level of confidence 99%). Selebihnya akan dilakukan pengukuran sampai bulan Maret 2022.



"Indeks Kesehatan Budaya total di Kemendagri yakni 68,0% dengan kategori B yang artinya terbilang cukup sehat namun memiliki beberapa isu yang harus diperbaiki," terang Ary.

Indeks Kesehatan Budaya total terbagi menjadi 5 macam yakni Indeks Implementasi Ber-AKHLAK, Indeks Keseimbangan Fokus, Indeks Energi Positif, Indeks Keselarasan Budaya Saat Ini-Pribadi, serta Indeks Keselarasan Budaya Saat Ini-Diharapkan.

"Di antara 5 macam itu, Indeks Energi Positif di Kemendagri terbilang paling tinggi yakni 89,2% dengan kategori A, artinya Sehat. Indeks Energi Positif Kesehatan Budaya AKHLAK, yaitu sejauh mana tingkat energi positif yang mendukung produktivitas karyawan dalam mancapai target yang ditetapkan," lanjutnya.

Tokoh pembangunan karakter itu menambahkan, "Untuk hasil BerAKHLAK Implementation Index di Kemendagri yakni 51,0% dengan kategori B yang artinya cukup. Nilai loyalitasnya paling tinggi dengan kategori A senilai 77,8%. Artinya nilai-nilai berAKHLAK sudah sangat erat menjadi bagian dari perilaku kerja sehari-hari dan menjadi ciri khas yang mewakili individu di dalam organisasi tersebut."



Acara ditutup dengan menyanyikan lagu Kebyar-Kebyar sebagai symbol optimisme teimplementasinya  budaya kerja BerAKHLAK di lingkungan ASN dalam mewujudkan Indonesia Emas.

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA