NEWS
ESQNews.id, JAKARTA - Universitas Ary Ginanjar (UAG University) dan ESQ Business School merayakan Dies Natalis yang istimewa, masing-masing memasuki usia ke-2 dan ke-13. Perayaan Dies Natalis ini dihadiri oleh berbagai tokoh nasional serta tamu internasional. Dalam pesan video yang ditayangkan pada acara tersebut, Founder UAG University dan ESQ Business School, Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, menegaskan bahwa kehadiran universitas ini bukan sekadar kebetulan, melainkan sebuah jawaban atas tantangan zaman. Di era kecerdasan buatan, big data, dan disrupsi global, ia menekankan bahwa yang dibutuhkan bukan hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga kematangan emosional dan kekuatan spiritual.“Tanpa karakter, kecerdasan bisa menyesatkan. Tanpa nilai, kekuatan bisa menghancurkan,” ujar Ary dalam pesannya di acara 2nd Dies Natalis UAG & 1st UAG International Symposium on Multidisciplinary Studies, di Auditorium UAG, Jakarta, Selasa, 21 April 2026.Dia juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk memandang pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan transfer manusia demi melahirkan generasi yang tidak hanya sukses, tetapi juga bermakna, dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045."Di sinilah peran UAG University dan ESQ Business School. Menyatukan berbagai disiplin ilmu, menyelaraskan teknologi dengan kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ), serta memastikan setiap inovasi memberikan dampak nyata bagi kemanusiaan.Karena pada akhirnya, kemajuan bukan hanya tentang seberapa canggih teknologi yang kita miliki, tetapi seberapa besar manfaat yang mampu kita hadirkan untuk kehidupan," papar Ary.<more>Sementara itu, Rektor UAG University, Dyah Utami Aryanti dalam sambutannya menyoroti pentingnya lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan serta perundungan. Ia menegaskan komitmen universitas untuk membangun ekosistem belajar yang mendukung setiap mahasiswa tumbuh secara optimal.“Mahasiswa kami sering menyebutkan bahwa mereka merasa aman, diberdayakan, dan didukung di kampus ini,” ungkap Intan.Bertepatan pula dengan Hari Kartini, Intan juga menyampaikan pesan bahwa menjadi perempuan bukanlah sebuah batasan, melainkan sebuah kekuatan.Dalam rangka merayakan Dies Natalis ini, hadir sebuah kolaborasi keilmuan yang menggambarkan arah masa depan. UAG University menyelenggarakan simposium perdana, yang menghadirkan pembicara internasional di antaranya Dr. Wan Nurul Izza Wan Husin beserta rombongan mahasiswa dan dosen dari Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia serta Dr. Adryan Fitra Azyus seorang Entrepreneur dan AI Researcher.Simposium ini menjadi wadah dialog lintas disiplin ilmu dan lintas bangsa, dengan keyakinan bahwa masa depan akan ditentukan bukan semata oleh teknologi, melainkan oleh kemampuan manusia untuk memahami, mengelola, dan berkolaborasi dengan teknologi secara bijak dan bermartabat. Dr. Adryan Fitra Azyus menghadirkan perspektif IT dan AI, sementara Dr. Wan Nurul Izza Wan Husin membawa kedalaman psikologi. Dari sini kita belajar satu hal yang jelas: dunia hari ini membutuhkan integrasi, bukan sekadar spesialisasi.