Jumat, H / 30 Juli 2021

Ini Terobosan Bisnis AirAsia di Sektor Kargo Udara Asia Tenggara!

Kamis 28 Mar 2019 09:33 WIB

Reporter :AA

Kargo Pesawat Udara

Foto: mas cargo express

Bila kargo udara tradisional (periode pemrosesan) 138 jam, Air Asia menargetkan unit yang diberi nama Red Cargo Logistics ini dapat melakukannya dalam 12 jam.

ESQNews.id, JAKARTA - Maskapai berbiaya rendah, AirAsia Group, membuat terobosan bisnis di sektor kargo udara Asia Tenggara dengan memungkinkan pelanggan menggunakan jasa mereka untuk pengiriman barang lewat udara.


Pada presentasi investor pada Selasa CEO AirAsia Tony Fernandes mengatakan maskapai akan mengkonsolidasikan semua operasi kargo dan ruang perut pesawat di bawah unit baru yang disebut Red Cargo Logistics, demikian dilansir Channel Newsasia, Rabu (27/3/19).


Langkah ini mempengaruhi semua unit yang berbasis di ASEAN yaitu operator utama Malaysia, serta AirAsia Filipina dan Indonesia AirAsia. Unit Thai AirAsia-nya akan diluncurkan pada kuartal kedua tahun ini.


Unit yang diberi nama Red Cargo Logistics ini menargetkan pendapatan USD133 juta untuk 2019.

Fernandes mengatakan bahwa Red Cargo Logistics akan secara resmi diluncurkan "dalam dua minggu ke depan". Grup ini menargetkan pendapatan kargo sebesar USD133 juta untuk 2019 - hampir dua kali lipat pendapatan yang diterima untuk 2018.


Fernandes bertekad untuk menggandakan pendapatan dari kargo setiap tahun. “(Kami) membangun sistem blockchain yang fantastis, yang akan bermitra dengan maskapai lain. Kami akan sangat transparan dalam hal memindahkan kargo ke seluruh Asia dan Eropa. Kami akan mengumumkan tujuh maskapai lain yang akan bermitra dengan kami."


Dia menggambarkan ruang perut pesawat Grup AirAsia telah "kurang dimanfaatkan", dan hanya 26 persen digunakan. “Pelanggan akan datang langsung ke kami sekarang. Jadi mereka tidak harus melalui dua atau tiga perantara. Apa yang akan menjadi kargo udara tradisional (periode pemrosesan) 138 jam, kami percaya kami dapat melakukannya dalam 12 jam."


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA