ESQNews.id, JAKARTA
- Berita yang sedang viral
datang dari salah satu pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Komisioner KPAI, Sitti Hikmawatty menyatakan jika wanita berenang berbarengan
dengan laki-laki bisa menyebabkan kehamilan. Sitti pun menyebutnya sebagai hamil
tak langsung.
"Pertemuan yang tidak langsung, misalnya, ada sebuah mediasi di kolam renang. Ada jenis sperma tertentu yang sangat kuat, walaupun tidak terjadi penetrasi, tapi ada pria terangsang dan mengeluarkan sperma, dapat berindikasi hamil," kata Sitti.
Kasus ini sudah diklarifikasi oleh Ketua KPAI, Susanto. Adapun surat yang diedarkan kepada Media Sosial:

- Sperma tidak akan
mampu bertahan di air kolam renang yang mengandung bahan kimia seperti kaporit.
- Sperma hanya mampu
berjalan lurus, dan tidak memiliki bola mata untuk berjalan masuk dari air
kolam menuju vagina dan ke dalam Rahim.

- American Pregnancy Association
menyebut bahwa kecil kemungkinan sperma dapat melakukan perjalanan melalui area
air yang luas di kolam, bak mandi, atau pemandian air panas untuk mencapai
vagina dan menyebabkan kehamilan.
- Jika ejakulasi terjadi
dalam air hangat biasa, sperma mampu bertahan selama beberapa menit. Namun jika
ejakulasi terjadi di dalam air yang sangat panas, atau air yang diisi dengan
bahan kimia kolam (kaporit), gelembung atau zat lain, sperma tidak akan mampu
bertahan lebih dari beberapa detik.

