Senin, H / 28 November 2022

HOS Tjokroaminoto, Guru Para Pejuang (Bagian 3)

Senin 06 May 2019 14:14 WIB

Author :Erwyn Kurniawan

Potret dari Salah Satu Bagian Trailer Film HOS Tjokroaminoto

Foto: eramuslim

ESQNews.id, JAKARTA - TJOKROAMINOTO tak cuma seorang guru bagi Soekarno. Ia juga menjadi “ayah” bagi Sang Proklamator. Tak cuma ilmu politik dan agama yang didapat Soekarno, ia juga mendapatkan anak gadis Tjokroaminoto yang bernama Utari. Tjokroaminoto mengikhlaskan anaknya untuk mendampingi Soekarno, karena saking sayang dan dekatnya ia kepada Soekarno.


Baca juga: HOS Tjokroaminoto, Guru Para Pejuang (Bagian 1)

 

Betapa dekatnya Soekarno dengan Tjokro , diakui Soekarno dalam wawancaranya dengan Cindy Adam yang kemudian dibukukan dalam Soekarno Penyambung Lidah Rakyat. Soekarno saat berguru pada Tjokro, duduk dekat kaki sang guru, mendengarkan intonasi perkataannya dan gerak tangannya, dan itu kemudian dijadikan cermin oleh Soekarno untuk gaya pidatonya sejak menjadi tokoh PNI hingga sebagai presiden. Kelahiran PNI itu sendiri, tak lepas dari pengaruh Tjokro. Tjokro bahkan mengatakan: kalau SI berasaskan Islam, maka perlu ada partai yang berasaskan kebangsaan. Keduanya, Islam nasionalis dan nasionalis Islam, bisa bergandeng tangan sama-sama menentang penjajahan Belanda.

 

Dari situlah inspirasi Soekarno mendirikan PNI, dan melahirkan ide Marhaenisme. Kemudian, SI dan PNI sama-sama bersikap nonkooperatif dengan Belanda. Sayang, Tjokro tak sempat melihat sepak-terjang Soekarno dengan PNI-nya, karena ia wafat pada 17 Desember 1925, dan dua tahun kemudian PNI atau Perserikatan Nasional Indonesia, berdiri. Dalam kongres nasionalnya yang pertama (1928), partai itu lalu berganti nama menjadi Partai Nasional Indonesia (PNI).

 

Pernah diterbitkan di ESQ Magazine No. 02/V Januari 2009


Baca juga: HOS Tjokroaminoto, Guru Para Pejuang (Bagian 2)


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA