Jumat, H / 30 Juli 2021

Bea Cukai Semarang, Sucipto: Inilah Zona Integritas Terpenting

Kamis 04 Mar 2021 12:16 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Sucipto, Kepala Kantor Bea Cukai Semarang

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA – Sucipto, Kepala Kantor Bea Cukai Semarang ikut hadir dalam forum In House Training dari Kanwil DJBC Jateng dan DIY KPPBC TMP A Semarang. Bertujuan untuk meningkatkan motivasi kerja sekaligus bincang Gemes #15 (Gerakan Milenial Semarang).


“Pelayanan Prima, Menjaga Integritas, Komunikasi yang Efektif, Sukses WBK” adalah tema yang dipilih untuk mengisi seminar pada Kamis (4/3/2021) secara virtual.


Acara ini dihadiri oleh sekitar 145 orang yang terdiri dari Insan Bea Cukai Semarang serta narasumber dari tim ESQ Group yaitu Coach Eka Chandra dan Coach Tiko.


<more>


“Terimakasih kepada kak Eka Chandra yang sudah meluangkan waktunya untuk memberikan ilmu dan triknya agar kami KPPBC TMP A Semarang dan lainnya bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat lebih baik lagi,” ucap Sucipto.


Pria yang nampak gagah dengan mengenakan seragam bea cukai itu berharap acara pagi ini bisa menggelorakan semangat teman-teman, untuk meningkatkan integritas yang sudah dibangun dengan kerja keras. Kemudian untuk menyesuaikan diri serta meningkatkan kompetensi agar pelayanan semakin maksimal.


“Zona integritas itu membantu kita agar tidak keluar dari rel, tapi zona intergritas yang terpenting adalah dibangun di dalam hati kita.




Jika semua pegawai sudah bisa memagari diri di dalam hatinya, bahwa integritas adalah nomor 1 dalam kehidupan. InsyAllah kita bisa bekerja dengan baik dan dengan ikhlas,” sambungnya.




Eka Chandra mengatakan bahwa, “Ada keinginan dan harapan yang besar dari tema acara kali ini wowww. Ini sesuatu yang luar biasa dari Bea Cukai Semarang.”


“Sebelum lanjut ke pembekalan ilmu, saya akan tanya dulu. Di masa pandemic saat ini, dari 1-10 level berapa tingkat kekhawatiran bapak dan ibu? Dan berada di angka berapa energi kalian saat ini?” tanyanya.




Insan Bea Cukai Semarang, rata-rata menjawab di level 7 atau 8 untuk tingkat kekhawatiran. Sedangkan energinya sangatlah besar mencapai angka 200 hingga 300.


“Nah jadi intinya sehebat apapun kompetensi dalam kinerja bapak dan ibu, tapi energinya low atau rendah maka selesai sudah. Alhamdulillah di kita sudah berada dalam level menerima,” tutupnya.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA