Rabu, H / 26 Agustus 2026

Ary Ginanjar: Global Human Capital Trends menegaskan bahwa dunia sedang berpindah era

Jumat 22 May 2026 14:57 WIB

Editor :EDQP

tangkapan layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA - Global Human Capital Trends menegaskan bahwa dunia sedang berpindah era. Dari "efficiency of work menuju meaning of work". Dari "productivity menuju human sustainability"


Artinya, yang kita kelola hari ini bukan lagi sekadar pekerjaan, tetapi manusia secara utuh. Bahkan berbagai riset global menunjukkan, organisasi yang tidak mampu bergerak ke arah ini akan kehilangan generasi terbaiknya.


Karena generasi hari ini tidak lagi hanya bertanya,


"Berapa saya dibayar?"


Tetapi,


"Apa makna yang saya perjuangkan?"


"Siapa saya?"


"Di mana saya?"


"Dan mau ke mana saya?"


Inilah tantangan besar dunia pendidikan hari ini. Ketika masalah mental meningkat, narkoba meningkat, kekosongan makna hidup semakin terasa, sesungguhnya generasi muda sedang mencari arah dan jati dirinya.


Mereka membutuhkan lebih dari sekadar ilmu pengetahuan. Mereka membutuhkan makna. Jika perguruan tinggi tidak berubah, maka kita akan terus menghasilkan lulusan yang pintar tetapi kehilangan arah. Berprestasi tetapi tidak memiliki makna hidup.


Dan jika itu terus terjadi, yang hilang bukan hanya talenta. Tetapi masa depan bangsa. Bahkan lebih dalam dari itu, kita bisa kehilangan fitrah dan jati diri manusia.


Karena itu, dunia pendidikan tidak boleh hanya menjadi pengawas akademik. Tetapi harus menjadi penjaga arah, penjaga nilai, dan arsitek peradaban.


Sebab bangsa besar tidak dibangun hanya oleh manusia yang cerdas. Tetapi oleh manusia yang memiliki makna, nilai, dan jiwa.


https://www.instagram.com/reel/DYoMx-MyDT3/?igsh=eGo2dzNpaGw1MXhj


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA