Senin, H / 28 November 2022

Alasan Ibu Kota Harus Pindah, Ini Kata Jokowi

Rabu 28 Aug 2019 14:56 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Konferensi Pers terkait pemindahan Ibu Kota Republik Indonesia

Foto: Instagram

Presiden Jokowi resmi memutuskan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kertanegara jadi Ibu Kota yang baru.


ESQNews.id, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo telah melaksanakan Konferensi Pers beberapa waktu lalu. Perihal pemindahan Ibu Kota Negara yang sebenarnya sudah digagas sejak lama.


Bahkan sejak era Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Sebagai bangsa yang sudah 74 tahun merdeka. Indonesia belum pernah menentukan dan merancang sendiri Ibu Kotanya.




Kenapa harus pindah?


Yang pertama: Beban Jakarta saat ini sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat keuangan, pusat perdagangan dan juga airport bandar udara, dan pelabuhan laut yang terbesar di Indonesia.


Yang kedua: Beban pulau Jawa, yang semakin berat dengan penduduk 150 juta atau 54% dari total penduduk Indonesia. Dan 58% ekonomi Indonesia ada di pulau Jawa. Beban ini akan semakin berat apabila Ibu Kota pemerintahan pindahnya tetap di pulau Jawa.


Bagaimana mengenai pendanaan?


Presiden RI pun menjawab, "Perlu kami sampaikan bahwa total kebutuhan untuk Ibu Kota baru adalah kurang lebih 466 T. Nantinya 19% akan berasal dari APBN itupun terutama berasal dari skema kerjasama pengelolaan aset di Ibu Kota Baru dan di DKI Jakarta. Sisanya akan berasal dari KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha),"


Kenapa urgent sekarang?


Tiba bisa terus menerus membiarkan beban Jakarta dan pulau Jawa semakin berat dalam hal kepadatan penduduk. Kemacetan lalu lintas, polusi udara, masalah air yang harus segera ditangani.


Dan ini bukan kesalahan Pemprov DKI Jakarta, tetapi lebih kepada besarnya beban yang diberikan per perkonomian Indonesia kepada pulau Jawa dan Jakarta.


"Kesenjangan ekonomi antara Jawa dan luar pulau Jawa yang terus meningkat. Pemerintah sudah melakukan kajian-kajian terdalam dan kita intensifkan studinya dalam 3 tahun terakhir ini. Hasil kajian-kajian  tersebut menyimpulkan bahwa lokasi Ibu Kota baru yang paling ideal di Kalimantan Timur," papar Bapak Presiden RI.


Kenapa di Kaltim?


. Strategis, Kalimantan Timur terletak di tengah Indonesia

. Resiko bencana minimal, baik bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi dan tanah longsor.

. Berdekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang, yaitu Balikpapan dan Samarinda

. Telah tersedia lahan yang dikuasai pemerintah seluas 180.000 hektare.

. Telah memiliki infrastruktur yang relatif lengkap


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA