Senin, H / 15 Juli 2024

ACT Consulting Bagi Kiat Sukses Rumah Sakit Pilihan melalui Pembangunan Budaya Kerja Dihadiri 229 RS

Rabu 23 Mar 2022 16:16 WIB

Reporter :EDQP

Potret saat kegiatan berlangsung

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA – Untuk pertama kali ACT Consulting memberikan webinar untuk para pengelola Rumah sakit dan tenaga medis. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu 23 Maret 2022 melalui Zoom Meeting, dengan mengusung tema “Kiat Sukses Menjadi Rumah Sakit Pilihan melalui Pembangunan Budaya Kerja.” Acara ini mendapat sambutan positif, terlihat dari  peserta yang hadir berjumlah 1600 dan 229 Rumah Sakit dari Sabang hingga Merauke. Lebih dari 50 peserta adalah jajaran direksi. 

Tampil sebagai pembicara dr. Lies Dina Liastuti, SpJP(K), MARS, FIHA (Direktur Utama RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo) bersama dr. Kusnanto Saidi , MARS (Direktur RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi), dan Dr. HC. Ary Ginanjar Agustian, Founder ACT Consulting.

Sesuai tema terkait budaya kerja, Lies Dina menjelaskan kunci keberhasilan organisasi adalah memiliki budaya yang didasarkan pada keyakinan yang dipegang teguh dan dimiliki bersama secara luas yang didukung oleh strategi dan struktur.

“Ketika sebuah organisasi memiliki budaya yang kuat, maka pegawai akan tahu bagaimana manajemen puncak ingin mereka merespons situasi apa pun. Kemudian pegawai percaya bahwa respons yang diharapkan adalah respons yang tepat. Dan terakhir adalah, pegawai tahu bahwa mereka akan dihargai karena menunjukkan nilai-nilai organisasi,” papar Dirut RSCM itu dengan suara halus dan senyuman lembutnya.



Wanita lulusan Universitas Indonesia itu mengatakan bahwa budaya kerja di suatu organisasi (khususnya RSCM) juga perlu diukur ‘kesehatannya.’ Tujuannya adalah untuk mendorong pengelolaan kinerja RSCM di masa sulit dan memberikan yang terbaik sehingga menjadi RS pilihan.

“Kami dari RSCM sudah bekerjasama dengan Pak Ary dan Tim ACT Consulting dalam Survei Budaya RSCM di tahun 2021, dengan hasil memiliki positive energy index mencapai 91,3% atau termasuk kategori A, sudah baik,” lanjutnya.



Sekilas terkait Ary Ginanjar Agustian, ia menuturkan memori beberapa tahun yang lalu. Tepatnya tahun 2008, sekitar 1600 pegawai RSCM mengikuti pelatihan ESQ. Salah satu tujuannya adalah untuk pembekalan dengan adanya 3 Dimensi yakni Kecerdasan Intelektual, Emosional, dan Spiritual.

<more>

Sama halnya dengan Kusnanto Saidi yang juga mengirimkan ribuan pegawainya ke Menara 165 untuk mengikuti pelatihan ESQ. Menurutnya, hingga saat ini sudah 70% tenaga medis di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi mendapatkan ilmu dari Ary Ginanjar Agustian.

“Tahun 2018, kami bekerja sama dengan ACT Consulting dalam menyusun visi misi organisasi sesuai dengan tujuan yang diharapkan dan  karakteristik organisasi. Saya mau semuanya yang hadir di sini, yang bekerja di sini memiliki visi misi yang sama di setiap langkah-langkah yang baik,” kenangnya.



Dalam paparannya, ia mengatakan bahwa “Demi memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dibutuhkan kerjasama antar tim yang solid. Maka dari itu dibutuhkan visi, misi, motto serta tujuan organisasi yang jelas dan terukur sehingga dapat menjadi budaya kerja di dalam organisasi.”



Bicara visi, misi, dan motto, Ary Ginanjar Agustian selaku Founder ACT Consulting/ESQ Group itu membagikan sebuah slide kepada para partisipan yang hadir. Slide itu terdiri dari bagan dengan judul “Total Transformation Model.”

“Total transformation model dimulai dengan terlebih dahulu menyusun rencana strategi, lalu membuat struktur organisasi kemudian dilanjutkan dengan menyusun sistem atau proses supaya dapat menjalankan rencana strategi,” kata Ary dari Studio lantai 23 Menara 165.



Kemudian ia melanjutkan, “Namun yang perlu diperhatikan, sehebat apapun struktur organisasi, strategi dan sistem yang disusun jika perilaku pegawai yang bekerja di beberapa Rumah Sakit ini tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya organisasi (beliefs) maka total transformation ini tidak akan dapat berjalan sesuai dengan harapan.”

“Maka dari itu diperlukan core values dan core purpose setiap Rumah Sakit untuk menentukan bagaimana cara kita meng-organize, cara memimpin, cara me-manage talent dan cara berinteraksi dengan lingkungan sekitar,” sambungnya.



Sebagai penutup, Ary menambahkan, “Mengapa ini penting? Karena 20 tahun yang lalu ESQ mencanangkan Indonesia Emas. Tapi Indonesia Emas itu tidak terlaksana kalau tidak punya kesehatan emas Indonesia. Dan kesehatan emas itu akan tercipta kalau ditangani oleh rumah sakit emas. Dan rumah sakit itu tercipta kalau punya dokter dan nakes emas.”

Di akhir acara, banyak peserta yang bertanya kepada para narasumber terkait peningkatan budaya kerja. Melihat respon dan antusias peserta, ACT Consulting memutuskan untuk membuat acara sejenis untuk kalangan Rumah Sakit ini tiga bulan sekali.

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA