NEWS
ESQNews.id, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) bersama Universitas Ary Ginanjar (UAG University) menggelar kuliah umum (Guest Lecturer) bertajuk "Peran Pendidikan Antikorupsi dalam Membentuk Karakter dan Kepemimpinan Generasi Emas 2045". Kegiatan strategis ini diselenggarakan di Auditorium Lantai 18, Menara 165 UAG University, dengan menghadirkan Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Dr. Ir. Wawan Wardiana, M.T., sebagai narasumber utama.Turut hadir juga Founder ESQ dan UAG University yakni Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian.Dalam pemaparannya di hadapan ratusan civitas akademika, Dr. Ir. Wawan Wardiana menegaskan bahwa pendidikan karakter bukan lagi sekadar pelengkap kurikulum, melainkan fondasi mutlak yang menentukan arah masa depan bangsa.Keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual, melainkan dari ketangguhan moral masyarakatnya."Saya melihat bahwa pendidikan karakter itu adalah sesuatu yang menjadi fondasi bangsa ini. Di dalam menjadikan masyarakat Indonesia tentu ke depan lebih bermartabat; mengangkat dirinya, kehidupannya, keluarganya, sosialnya, termasuk juga dalam persiapan-persiapan untuk menghadapi Indonesia ke depan sesuai dengan keinginan kita semua. Menjadikan Indonesia Emas, Indonesia yang bermartabat, Indonesia yang maju, dan Indonesia yang bebas dari korupsi tentunya," ujar Wawan Wardiana tegas.Wawan memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Universitas Ary Ginanjar atas komitmennya yang konsisten menempatkan pendidikan karakter sebagai prioritas utama. Menurutnya, langkah UAG University menomorsatukan aspek moralitas di samping pengembangan intelektual adalah langkah konkret yang patut dicontoh oleh lembaga pendidikan tinggi lainnya di Indonesia.Lebih lanjut, Deputi Pendidikan KPK RI tersebut berharap agar para mahasiswa UAG University tidak hanya menyerap nilai-nilai integritas untuk diri mereka sendiri. Sebagai bagian dari masyarakat akademis, mahasiswa memikul tanggung jawab besar untuk menjadi agen perubahan (agent of change) yang mampu menyebarluaskan virus antikorupsi ke lingkungan yang lebih luas."Harapannya adalah para mahasiswa di Universitas Ary Ginanjar ini dapat menjalankan tugasnya sebagai bagian dari masyarakat, khususnya masyarakat akademis. Mereka harus bisa menularkan juga pada pihak-pihak lain; pihak keluarga, pihak komunitas, ataupun masyarakat pada umumnya, dengan nilai-nilai yang sudah didapatkan selama kuliah di sini," jelas Wawan.Acara yang berlangsung interaktif selama dua setengah jam ini memicu antusiasme yang luar biasa dari mahasiswa. Berbagai pertanyaan kritis, kontekstual, dan berbasis realitas sosial di masyarakat dilontarkan oleh peserta. Wawan mengaku sangat gembira dan bangga atas respons aktif tersebut, yang dinilainya mencerminkan kepedulian nyata mahasiswa terhadap isu pemberantasan korupsi di tanah air.KPK berharap, pemahaman mendalam mengenai korupsi dan strategi pencegahannya ini dapat menyempurnakan ikhtiar KPK dalam memberantas korupsi melalui jalur pendidikan. Kelak, saat para mahasiswa ini lulus dan berkiprah di berbagai sektor, baik sebagai pegawai negeri, pejabat publik, wiraswasta, akademisi, maupun masyarakat biasa, mereka diharapkan akan tetap kokoh memegang teguh nilai-nilai integritas.Di akhir kuliahnya, Wawan mengingatkan pentingnya mengimplementasikan sembilan nilai antikorupsi yang dirangkum dalam jembatan keledai "Jumat Bersepeda KK" , yaitu: Jujur, Mandiri, Tanggung Jawab, Berani, Sederhana, Disiplin, Adil, dan Kerja Keras. Nilai-nilai inilah yang akan mengawal generasi muda menjadi pemimpin yang berintegritas tinggi demi mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045.