Sabtu, H / 31 Juli 2021

130 Guru Dapat Ilmu Mengajar Anti Boring di Era Daring Bersama Disdik Kota Bandung, ESQ, dan FKA ESQ

Kamis 08 Oct 2020 12:10 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Edi Suparjoto selaku Kepala Bidang P3TK Dinas Pendidikan Kota Bandung

Foto: dok. ESQ

“Bukan spesies terkuat yang bertahan hidup, bukan juga yang paling cerdas, tapi yang paling responsif terhadap perubahan.” – Charles Darwin


ESQNews.id, JAKARTA -  Masa Pandemi Covid-19, lagi dan lagi diperbincangkan dalam segala aspek, salah satunya dari sistem Pendidikan.

 

“Terkadang kita bingung, bagaimana pendidikan karakter dapat diimplementasikan meskipun dalam pembelajaran jarak jauh ini. Dan bagaimana cara pengembangan kompetensi dan keterampilan siswa ditingkatkan oleh para guru di masa Pandemi ini,” papar Edi Suparjoto selaku Kepala Bidang P3TK Dinas Pendidikan Kota Bandung.

 

Edi berkesempatan hadir dalam Seminar "Cara Mengajar Anti Boring di Era Daring" pada Kamis (08/10/2020) via daring.



<more>

 

Event ini diselenggarakan oleh ESQ Leadership Center yang bekerja sama dengan Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Korwil Jawa Barat, Dinas Pendidikan Kota Bandung, dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PKN.

 

Mu’min Mursalin Ketua Pengurus MGMP Kota Bandung, berharap dapatkan solusi dari ESQ. Karena mayoritas guru kebingungan dengan cara mengajar via online di masa Pandemi seperti sekarang ini. Menyebabkan siswa merasa bosan saat belajar.

 

“Covid-19 ini membatasi kita dalam pembelajaran sehingga menjadi kendala bagi guru maupun siswa. Alhamdulillah ada respon baik dari Disdik Kota Bandung dan ESQ. Semoga di forum ini mendapat solusi dan alternatif dalam mengatasi kendala dalam pembelajaran jarak jauh,” harap Mu’min.



 

Oleh karenanya, Coach Yendra Rahmat Pamungkas selaku Trainer ESQ Lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian memberikan langkah awal sebagai solusinya yaitu ilmu GKF.


“Para guru sebisa mungkin ajarkan ilmu Gerak, Kata, dan Fokus kepada murid agar tidak jenuh. Saat belajar ajak muridnya untuk gerak positif yang membangun energi. Kemudian ucapkan kata positif yang membangun semangat para murid, dan fokus pada pelajaran misalnya (tujuan belajar),” jelasnya kepada sekitar 130 guru jenjang SMP dan SMA dari berbagai wilayah di Indonesia.





Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA