Minggu, H / 29 Januari 2023

Penangkapan Teroris di UNRI Merupakan Anggota JAD

Senin 04 Jun 2018 09:36 WIB

-

Terorisme (Ilustrasi)

Foto: abc.co Ausie

ESQNews.id, JAKARTA - Polisi mengungkapkan MNZ, 33, terduga teroris yang ditangkap di kompleks kampus Universitas Riau merupakan anggota jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD).


“Tersangka MNZ alias Zam-zam terkait secara jaringan dengan Batti, Bagus Nugraha alias Kholid anggota JAD yang tewas dalam penangkapan kelompok JAD Bekasi dan JAD Pekalongan pada 13 Mei di Terminal Paslr Hayam. Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat,” ujar Kepala Divis Humas Polri Irjen Setyo Wasisto dalam konferensi pers, di Jakarta, Ahad (3/6).


Menurut Setyo, Zam-zam juga terkait dengan teroris yang menyerang Polda Riau, pada Rabu 16 Mei. Zam-zam inilah yang membuat bom pesanan tersangka serangan ke Polda Riau, yaitu Mursalim alias Pak Ngah.


Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap tiga terduga teroris di kawasan kampus Universitas Riau di Jalan HR Soebrantas Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau, Sabtu (2/6).


Barang bukti yang diperoleh yakni dua bom pipa besi, bahan peledak jenis triacetone triperoxide (TATP). Bahan peledak lain, yakni pupuk KN03, sulfur, gula dan arang.


Polisi juga menemukan dua busur panah dan delapan anak panah. Ada pula satu pucuk senapan angin dan satu buah granat tangan rakitan. Polisi baru menetapkan MNZ sebagai tersangka, sedangkan dua orang lain masih berstatus sebagai saksi.


Menurut Setyo, penangkapan terduga teroris di lingkungan kampus, sama sekali tidak mengganggu kebebasan akademik. Terbukti, tersangka mempunyai bom yang siap ledak.


“Prosedurnya kita ada mengintai. Aturannya sudah seperti itu. Jadi penangkapan upaya paksa dalam kasus terorisme itu ada prosedurnya,” ujar dia.

Source: Anadolu


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA