Selasa, H / 18 Mei 2021

Guru Kami adalah Kyai Tsunami

Senin 01 Oct 2018 08:50 WIB

Titin Nuryani

tsunami palu

Foto: google image

ESQNews.id - Duka mendalam teruntuk saudara kita di Palu dan Donggala yang terkena gempa dan tsunami pada Jumat, 28 September 2018 pukul 17.02 WIB. Gempa bumi  berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah. Titik gempa di 0.18 LS dan 119.85 BT atau 27 kilometer Timur Laut Donggala dengan kedalaman 10 kilometer.

Kemudian tsunami menerjang pantai Talise di Kota Palu, pantai di Donggala, Sigi dan beberapa pemukiman serta bangunan yang ada di pantai. Jumalah korban dan dampaknya masih dalam pendataan.

Keadaan yang menimpa saudara-saudara kita di Palu dan Donggala ini membuat kita merenungkan setiap apa yang Allah Swt takdirkan. Seperti tulisan Ary Ginanjar Agustian pada instagramnya @ary.ginanjar pada (1/10/2018) ia menuliskan :


RING OF FIRE
Fenomena Tsunami Aceh, Gempa Jogja, Gempa Lombok, Tsunami Palu-Donggala memberi pelajaran besar yang harus kita petik tentang arti, makna dan tujuan hidup.
.
Apabila Anda seorang professional atau businessman maka tiba-tiba saja semua habis dalam sekejap.
.
Apabila Anda memiliki keluarga bahagia, maka tiba-tiba saja keluarga bisa lenyap.
.
Apabila Anda seorang atlit tampan atau cantik sehat dan berbadan tegap maka tiba-tiba saja cacat dan berjalan dengan tongkat.
.
Lalu apa arti hidup bagi kita sekarang ?
Apakah kita akan berkata lihatlah semua hancur binasa, untuk apa semua kita bangun.
.
Tidak !
Coba lihat rakyat Aceh, mereka bangkit lagi meski sudah kehilangan segala.
.
Coba lihat Jogja mereka bebenah lagi meski sudah diguncang oleh gempa berkali-kali.
.
Masih ingat Tsunami Jepang. Mereka justru berjaya bangsanya meskipun tsunami meluluhlantakkan Fukushima. Bahkan Jepang menjadi Bangsa yang besar .
Kita semua disini terancam gempa dan tsunami, karena kita hidup di dalam Sabuk Gunung Api dengan peringkat paling rawan tsunami nomor satu di dunia.
.
Kami tidak pernah menyesal tinggal di Indonesia dan bukan tinggal di Eropa yang jarang gempa dan jauh dari tsunami.
.
Kami yakin ini bukan sebuah kebetulan, tapi kami terpilih di "Ring of Fire" atas kehendak Allah agar hidup selalu dalam waspada dan bergantung kepada Nya.
.
Kami yakin kami sedang dididik dan dibentuk oleh Allah Robbul Alamiin melalui tempaan keras Gempa, semburan lahar panas gunung berapi, dan terjangan ganas Tsunami,  agar menjadikan kami menjadi Bangsa Besar yang beriman teguh, bermental baja, namun tetap rendah hati sujud dalam taqwa. Ini yang membuat kami berbeda.

Guru kami adalah Kyai Tsunami
yang selalu menjewer telinga kami agar kami menjadi baik. Mentor kami adalah Coach Gempa yang membuat kami menjadi atlit kuat.
Sahabat kami adalah Gunung Berapi agar kami bijak dan bergantung kepada hanya kepada Ilahi Robbi.
.
Kami laksana pohon, yang setiap kali ditebas akan keluar cabang dan daun yang baru,
setiap kali terhalang maka ranting kami bergerak mencari dan menghadap Matahari.

Kuatkan hatimu wahai Donggala dan Palu.
Allah bersamamu !

1 Oktober 2018
Ary Ginanjar

#savepalu


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA