Senin, H / 04 Maret 2024

Dosa yang Dilupakan

Jumat 25 Aug 2023 13:20 WIB

Rosyid Shobari

ilustrasi.

Foto: google.com


Oleh : Rosyid Shobari


ESQNews.id - Mari mengingat apa saja yang kita kerjakan seminggu yang lalu. Ingatkah kita, apa saja yang kita lakukan, apa yang kita ucapkan, apa yang kita dengarkan, dan barangkali imajinasi kotor yang menghiasi otak kita? Jika kita mampu mengingatnya, berapa prosentase kebaikan dan keburukan dari keseluruhan amal kita seminggu yang lalu? Kemudian mari kita mengingat hal serupa sebulan lalu. Masihkah kita ingat? Setahun yang lalu, dua tahun yang lalu dan seterusnya.

 



Jika kebaikan-kebaikan yang kita tinggalkan pada masa lalu dan kita melupakannya, maka hal tersebut adalah nikmat yang akan kita petik kelak. Namun masalahnya adalah, jika masa lalu kita ternyata banyak sekali keburukan dan dosa yang kita telah lupakan, dan kita pun tidak memohon ampun kepada Allah akan dosa-dosa tersebut, maka itu adalah musibah besar bagi kita. Allah memberikan peringatan kepada kita dalam surat al-Mujadilah: 6 sebagai berikut:

 

يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا ۚ أَحْصَاهُ اللَّهُ وَنَسُوهُ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ



Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

 


Ya, jangankan kelak di akhirat. Bahkan selagi kita masih hidup di dunia fana ini, kita telah banyak melupakan keburukan-keburukan yang pernah kita kerjakan, padahal semua itu akan kita pertanggungjawabkan di hadapan-Nya.

 


Bisa jadi keburukan-keburukan kita terhadap Allah adalah sikap kita ketika sering meremehkan kewajiban shalat dengan menunda-nundanya, mengabaikan jamaahnya, atau tidak melakukan puasa Ramadhan dengan tanpa uzur syar’i, atau pun perkara-perkara lainnya. Dan itu terjadi mungkin bulan lalu, tahun lalu, atau mungkin puluhan tahun lalu ketika kita sudah baligh. Kemudian kita tidak pernah menyesali hal-hal itu, meremehkan perilaku tersebut dan tidak pernah beristighfar dan bertaubat atas kebodohan-kebodohan yang berkepanjangan itu.

 

Atau barangkali kita dulu pernah berdua-duaan dengan lain jenis yang bukan mahram kita, entah di mana saja dan kapan saja. Ia yang bukan pasangan sah kita, telah bersama-sama menikmati suasana yang indah dalam kebersamaan yang sesungguhnya diliputi kemaksiatan dan kedurhakaan kepada-Nya, karena Dia hanya menghalalkan pasangan yang telah disahkan dalam akad pernikahan yang mulia. Maka, berapa pasang suami istri sah yang sebelumnya bermaksiat ria dalam pacaran sebelum pernikahan, dan dosa-dosa itu tidak mereka sesali karena dianggap sebagai kewajaran, padahal segala amal baik buruk, kecil besar, semua tercatat dan dimintai pertanggungjawaban atasnya.

 

وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا ۚ وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا


Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun".   (QS. Al Kahfi: 49)

 


Maka mari menundukkan kepala dan merendahkan diri di hadapan-Nya, memohon ampun kepada-Nya atas segala kemaksiatan dan dosa yang barangkali banyak kita lupakan, agar terhapus dari kitab yang mencatat segala amal –kecil dan besar-. Jangan sampai kita merasa aman dari masa lalu yang telah kita lewatkan, jangan-jangan di sana banyak sekali catatan yang akan menyusahkan kita kelak di hari akhir.  Ya Allah, hamba memohon ampunan kepada-Mu dari semua dosa yang telah lalu dan yang akan datang.



*Penulis adalah guru Bahasa Arab pada MA Ponpes Al lman Muntilan.


Menulis buku Renungan Harian Islam (Araska Jogja, 2017), Pesan-pesan lmam Malik  (Tinta Medina Solo, 2018), Mengenal Kawan dan Lawan Iblis (Tinta Medina Solo, 2018), Mengintip Kembali lman Kita (Quanta Jakarta,  2018) dan lainnya.


Ingin tulisanmu dimuat di ESQNews.id? kirimkan ke email kami di [email protected]


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA