Kamis, H / 04 Juni 2020

Munchausen Syndrome: Pura-pura Sakit untuk Meraih Simpati (2)

Rabu 15 May 2019 08:33 WIB

Author :Ida S. Widayanti

Ilustrasi

Foto: Wikipedia

ESQNews.id, JAKARTA - Penyebab pasti dari penyakit ini tidak diketahui, tapi para peneliti percaya bahwa baik faktor psikologis maupun biolois memainkan peranan dalam memunculkan sindrom ini. Beberapa teori menduga adanya pengalaman penyiksaan atau tindak kekerasan pada masa kecil, atau seringnya pergi ke rumah sakit bisa menjadi faktor yang meningkatkan berkembangnya  sindrom ini.

Diagnosais Munchausen Syndrom


Melakukan diagnosis munchausen syndrome sangat sulit dilakukan karena berkaitan dengan ketidakjujuran penderita. Dokter harus mempertimbangkan beberapa kemungkinan penyakit fisik atau penyakit mental, dan menggunakan berbagai jenis tes diagnosis dan prosedur sebelum menetapkan seseorang penderita munchausen syndrome.


Jika dokter menemukan alasan fisik untuk beberapa gejala, dia akan merujuk orang yang kompeten dalam hal kesehatan mental seperti psikiatri atau psikolog. Psikiatri dan psikolog menggunakan catatan medis, tes di laboratorium, dan pengujian  psikologis untuk mengevaluasi orang yang mengidap munchausen syndrome. Berdasarkan diagnosisnya dokter, ia akan dapat menyimpulkan apakah pasien benar-benar mengidap penyakit fisik atau mental dengan cara mengobservasi sikap dan prilaku pasien.


Baca juga: Munchausen Syndrome: Pura-pura Sakit untuk Meraih Simpati (1)


Walaupun orang yang mengidap munchausen syndrome tampak secara aktif mencari upaya penyembuhan berbagai gejala yang dirasakannya, dia sebenarnya tidak sungguh-sungguh menginginkan kesembuhan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pihak yang menanganai pengidap munchausen syndrome sedangkan kemungkinan untuk penyembuhan kecil.


Penanganan utama bagi pengidap munchausen syndrome adalah psikoterapi sejenis  konseling. Proses penanganan akan  fokus pada perubahan pola berpikir dan prilaku individu (cognitive-behavioral therapy). Terapi keluarga juga mungkin akan sangat membantu agar tidak menguatkan gejala prilakunya, seringkali alih-alih memulihkan malah memperparah.


Tidak ada obat khusus untuk  menyembuhkan gangguan munchausen syndrome. Obat mungkin digunakan tetapi untuk penanganan yang berkaitan dengan depresi atau gangguan psikologis lainnya. Penggunaan obat harus hati-hati dan dimonitor oleh yang kompeten di bidangnya. Pengobatan yang dilakukan oleh penderita bisa membahayakan karena bisa jadi obat yang digunakan salah atau cara pemakaian yang keliru.


Orang yang menderita munchausen syndrome menghadapi risiko problem kesehatan atau bahkan meninggal. Hal ini bisa disebabkan karena ia melukai diri sendiri atau memunculkan gejala-gejala penyakit. Karena itu pendekatan keluarga atau teman akan secara personal dengan penuh kepedulian dan kasih sayang akan sangat membantu.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA