Di atas puncak bukit terdapat batu-batu alam dengan ukuran yang bervariasi, berjejer rapi. Konon, batu-batu tersebut adalah makam kuno raja yang pernah berkuasa sekitar abad ke-15.
ESQNews.id - SUBHANALLAH. Kalimat pujian itu langsung terucap begitu saya, trainer ESQ Abdul Haris, dan beberapa alumni ESQ berhasil menjejakkan kaki di puncak, "Bukit Batu Pake Gojeng Sinjai, Sulawesi Selatan. Rasa penat usai meniti sekitar 200 anak tangga, dengan sudut kemiringan 60 derajat, segera berganti dengan perasaan takjub luar biasa. Untuk beberapa saat, kami hanya terdiam sambil berdecak kagum.
Semilir angin yang menerpa wajah dengan lembut, seakan menyambut kedatangan kami. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, saya segera menghirup udara yang sejuk dan segar sepuas-puasnya membalas sambutan alam khas Bukit Gojeng, sebelum memanjakan mata dengan pemandangan alam yang memesona.
Trainer Abdul Haris, meski berasal dari Sinjai, seolah tak menduga di kota kelahirannya itu ada tempat wisata yang begitu indah. "Maklum, sejak tamat SD saya sudah merantau meninggalkan kota ini, jadi banyak informasi yang terlewatkan," kata alumni Pondok Pesantren Gontor itu, sambil menikmati panorama dengan menggunakan teropong.

Hamparan petak sawah hijau membentang luas. Ombak biru dengan busa putih yang menggulung di bagian timur hingga ke barat. Gugusan pulau (mangrove) di sebelah timur. Itulah sebagian tamasya alam yang indah nan eksotis yang bisa dinikmati dari atas puncak bukit. Sebagian kota Sinjai juga dapat dilihat dengan jelas dari ketinggian 85 meter dari permukaan laut tersebut.
Karena merupakan wilayah tertinggi di kota Sinjai, maka kawasan itu menjadi tempat evakuasi warga yang terkena musibah banjir bandang pada 2006. Bencana itu sendiri mengakibatkan rusaknya ribuan unit rumah dan menewaskan sekitar 215 orang warga Sinjai.
Baca juga: Menikmati Pesona Sinjai [Part 2]




