Minggu, H / 09 Agustus 2020

Agar Mudik Lebih Bermakna, Gunakan Adab-adab Perjalanan

Selasa 28 May 2019 09:34 WIB

Author :Ida S. Widayanti

Ilustrasi

Foto: Freepik

Jika perjalanan jauh dianjurkan melakukannya bersama saudara atau teman yang bisa dipercaya untuk menemani, membantu, dan meringankan beban perjalanannya. Jika jumlah orang yang melakukan lebih dari tiga orang, disunatkan mengangkat salah satu dari mereka sebagai pemimpin. Hal ini dapat mempermudah pengaturan urusan perjalanan. Rasulullah bersabda: “Apabila tiga orang keluar untuk safar, maka hendaklah mereka mengangkat seorang amir dari mereka” (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani).


Perjalanan yang disertai etiket dan adabnya akan menjadikan perjalanan tak saja menyenangkan namun juga akan makin bermakna menurut Coach Ida ESQ Leadership Center.


Begitu pentingnya perjalanan, bersumber dari alsofwah.or.id bahwa dalam syariat Islam sangat memperhatikan adab dan etiket diantaranya:


1. Membawa perbekalan secukupnya baik uang, pakaian, makanan dll.


2. Ketika akan naik kendaraannya, hendaklah membaca basmalah; dan apabila telah berada di atas kendaraannya hendaklah bertakbir tiga kali, kemudian membaca doa perjalanan.


3. Disunahkan bertakbir di saat jalanan menanjak dan bertasbih di saat menurun, karena ada hadis Jabir yang menuturkan: “Apabila (jalan) kami menanjak, maka kami bertakbir, dan apabila menurun maka kami bertasbih” (HR. Al-Bukhari).


4. Disunahkan untuk selalu berdoa di saat perjalanannya, karena doa orang yang melakukan perjalanan mudah dikabulkan (mustajab).


5. Apabila telah menyelesaikan berbagai urusan atau kebutuhan di tempat tujuan, maka hendaknya segera kembali ke tempat kediaman. Di dalam hadis Abu Hurairah disebutkan diantaranya: “......Apabila salah seorang kamu telah menunaikan hajatnya dari safar yang dilakukannya, maka hendaklah ia segera kembali ke kampung halamannya” (Muttafaq alaih).


6. Apabila kembali dari perjalanan dan hendak masuk ke rumah, sebaiknya tidak pada malam hari, kecuali jika sebelumnya memberi tahu terlebih dahulu, dengan menelepon misalnya. Hadis Jabir menuturkan :”Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam melarang seseorang mengetuk rumah (membangunkan) keluarganya di malam hari” (Muttafaq alaih).


7. Bersikap wajar dan tidak sombong di saat berjalan atau melakukan perjalanan. Allah berfirman yang artinya: "…Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri". (Luqman: 18).


8. Menyingkirkan gangguan dari jalanan jika ada yang merintangi. Dari Abu Hurairah diriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: "Ketika ada seseorang sedang berjalan di suatu jalan, ia menemukan dahan berduri di jalan tersebut, lalu orang itu menyingkirkannya. Maka Allah bersyukur kepadanya dan mengampuni dosanya..." Di dalam suatu riwayat disebutkan: maka Allah memasukkannya ke surga" (Muttafaq alaih).


9. Jika dalam perjalanan menemukan orang yang membutuhkan, dianjurkan untuk menolongnya. Di dalam hadis disebutkan: "Setiap persendian manusia mempunyai kewajiban sedekah...diantaranya, menolong dan membawanya ke dalam kendaraannya adalah sedekah atau mengangkatkan barang-barangnya ke dalam kendaraannya adalah sedekah dan menunjukkan jalan adalah sedekah...." (Muttafaq alaih).  


Doa perjalanan:

10. “Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami; Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepadamu di dalam perjalanan kami ini kebajikan dan ketaqwaan, dan amal yang Engkau ridhai; Ya Allah, mudahkanlah perjalanan ini bagi kami dan dekatkanlah kejauhannya; Ya Allah, Engkau adalah Penyerta kami di dalam perjalanan ini dan pengganti kami di keluarga kami; Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari bencana safar dan kesedihan pemandangan, dan keburukan tempat kembali pada harta dan keluarga” (HR. Muslim).


<<<Sebelumnya


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA