Minggu, H / 05 April 2020

Hari Bebas Kantong Plastik, Menara 165 Imbau Tenant untuk Peduli Lingkungan

Rabu 03 Jul 2019 14:25 WIB

Reporter :Titin Nuryani L. Wiyono

Spanduk untuk menerapkan bebas kantong plastik di kawasan Menara 165, Jakarta (3/7/2019)

Foto: dok.ESQ

ESQNews.id, JAKARTA - Tanggal 3 Juli diperingati sebagai hari bebas kantong plastik sedunia. Ini menjadi awal manajemen gedung Menara 165 yang terletak di Jakarta Selatan untuk lebih memperhatikan serta menghimbau para tenant untuk peduli lingkungan.


Data kajian dinas kebersihan Provinsi DKI Jakarta Tahun 2011, sumber sampah DKI Jakarta sebesar 60,55 berasal dari kawasan pemukiman, 28,7% dari dunia usaha/kawasan, dan 10,8% dari fasilitas umum. Berdasarkan data tersebut, sumber sampah terbesar kedua berasal dari dunia usaha/kawasan yang berpotensi untuk dapat dikelola optimal sehingga dapat mengurangi sampah yang diangkut ke TPST Bantargebang.


Jumlah dan timbulan sampah gedung di Jakarta, faktanya dari perkantoran jutaan meter persegi, tahun 2019 bertambah 56 gedung baru yang artinya adalah 2,6 juta m2. Timbulan sampah 3,1 liter/orang/hari (DLH DKI, 2011). Terdiri dari sampah komersial dan makanan. Sampah adalah sumber daya. Mengubah pola lama kumpul-angkut-buang menjadi kumpul-pilah-olah.


Berangkat dari hal tersebut Rinald Novriandi selaku building manager PT Grha 165 Tbk yang mengelola Menara 165 menghimbau para tenant untuk lebih peduli lingkungan dengan mengurangi penggunaan sampah plastik. "Kami menghimbau para tenant untuk lebih peduli lingkungan dan kami kampanyekan hari bebas kantong plastik seperti terpasang di spanduk di depan gedung."



Rinald Novriandi, Manager Building PT Grha 165 Tbk.


"Kita punya kemauan untuk bisa mengatur sampah plastik dan sistem pengelolaannya seperti yang diinformasikan oleh dinas lingkungan hidup," ucapnya. Ditanya tentang program yang akan dijalankan untuk mengimplementasikan kampanye peduli lingkungan di gedung Menara 165, Rinald menjawab ia sedang mempersiapkan fasilitas dan tim yang akan khusus menangani hal ini. "Menyiapkan peralatan dan sistemnya, memfasilitasi tempat sampah,  sosialisasi kepada tenant bahwa kita akan mengurangi sampah plastik di Jakarta," papar Rinald.


Sebelumnya pada 18-19 Juni 2019 pihak PT Grha 165 Tbk sebagai pengelola usaha perkantoran di kawasan Jakarta ini juga sudah mengikuti pelatihan atau training dari kantor dinas lingkungan hidup DKI Jakarta yang mengkhususkan pelatihannya tentang pengelolaan sampah. Training yang dijalani saat itu terkait pengelolaan sampah, pembuatan kompos,  hingga survey langsung ke Bantargebang. Kini Menara 165 adalah salah satu gedung yang berkomitmen untuk terus peduli lingkungan dengan pengelolaan sampah gedung dan menjalankan peraturan Pemda DKI untuk mengurangi sampah plastik sesuai UU No.18 tahun 2008 tentang Pengelolaan sampah.


Cara pengelolaan sampah gedung perkantoran adalah dengan :

Pengelolaan sampah dengan pengurangan (3R) dan penanganan (pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan pemrosesan akhir.

Pengurangan (reduce):

1.       Surat menyurat paperless

2.       Menghindari pengguaan barang sekali pakai (tissue, sedotan, dsb.)

3.       Less waste event

4.       Perawatan barang agar awet

5.       Penggunaan tumbler dan lunch box

 

Penggunaan kembali (reuse):

1.       Mengguna ulang kertas bekas untuk memo, cetak draft dokumen, dsb.

2.       Menggunakan box karton bekas untuk penggunaan lain

3.       Penggunaan lap kain

 

Pendaur ulang (recycling):

1.       Penanganan sampah di tempat (on-site)

2.       Penanganan sampah di tempat lain (off-site)


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA