Rabu, H / 17 April 2024

Umroh Akbar 2023 Bersama ESQ Tours Travel & Foundernya: Godaan Pertama Saat Umroh

Sabtu 16 Sep 2023 20:51 WIB

Reporter :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA - Kerinduan akan Tanah Suci, ESQ Tours Travel kembali memberangkatkan ratusan jamaah umroh di bulan ini tepatnya pada tanggal 18 September 2023. Ada yang spesial kali ini, jamaah umroh akan menjalankan perintah Allah bersama Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group).

Umroh tahun ini tersedia 9 bus , 1 dokter dan 1 perawat , serta 15 crew ESQ Tours Travel yang berangkat.





Ratusan jamaah berasal dari kalangan atau instansi yang berbeda, ada yang reguler, ada yang dari corporate seperti Adira Mokas, Yayasan Budi Insan Cendekia, dan lainnya. Selain umroh ke tanah suci, mereka juga ada yang lanjut ke Dubai, Aqsho, dan Turki (tergantung pilihan paketnya).

Ada yang berbeda antara umroh ESQ Tours Travel dengan yang lainnya, salah satunya terkait pemaknaan lebih detail terkait umroh.

Sebelum hari keberangkatan, kurang lebih 300 calon jamaah umroh berkumpul di Ruang Andalucia, Menara 165 untuk mengikuti manasik umroh pada Jumat 15 September 2023.

Manasik umroh diselenggarakan 1 hari, dimulai pukul 08.00 - 17.00 WIB. Dan pada pertemuan kali ini sangat dianjurkan untuk hadir karena manasik adalah suatu kegiatan pembekalan yang penting. Karena ibadah umroh untuk menjalankannya harus paham ilmunya. Diharapkan saat pelaksanaannya di tanah suci semakin khusyuk.





Dalam kesempatannya, Ary Ginanjar hadir dan memberikan sapaan kepada para peserta manasik. Namun selebihnya, ratusan calon jamaah umroh itu dibimbing langsung oleh Ahmad Zaki (trainer ESQ) dan pembekalan juga dari Ustadz Afif (salah satu tim ESQ Tours).

"Sebelum berangkat umroh mari kita perkuat niat kita untuk beribadah. Karena godaan pertama begitu datang ke tanah suci (umroh), lihat kanan kiri ada gamis, jubah, kurma, oleh-oleh dan lain sebagainya. Itu semua ada waktunya.

Dan saya salut kepada bapak ibu semuanya, untuk sungguh-sungguh merespon baik panggilan dari Allah untuk umroh. Karena ada yang punya uang banyak belum tentu punya keinginan untuk umroh," kata Ary.

Kemudian, Ary jelaskan ada 3 niat atau why dalam menjalankan umroh yakni strong why (motivasi fisik atau material), big why (motivasi emosional atau ingin ngebahagiain orang tersayang atau keluarga) dan grand why (motivasi spiritual atau melakukan semuanya hanya mengharap ridha Allah SWT).




Dijelaskan secara gamblang oleh pendiri Menara 165 itu, jika motivasi umroh karena fisik itu meliputi badan sehat, punya uang, dan berfikir kalau pulang itu bisa membawa oleh-oleh. Namun masalahnya tidak selamanya badan kita sehat, kalau oleh-oleh bisa beli di Indonesia, dan dana pun terbatas.


"Yang kedua yaitu motivasi emosional seperti ingin dipandang dan dihormati oleh orang lain, harga diri jadi naik. Namun masalahnya tidak selamanya kita dihargai, tidak semua orang tahu kita akan berangkat umroh. Akibatnya? Kecewa dan stress karena tidak diakui oleh khalayak, terlalu berharap jadi baperan," jelasnya.


<more>


"Berbeda dengan yang terakhir, yaitu motivasi spiritual. Semata mata umroh ini dilakukan karena Allah. Niatkan karena ibadah. Rasulullah SAW pernah bersabda soal pentingnya nilai niat," sambungnya.

Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan RasulNya, maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena urusan dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkannya tersebut."

Diperjelas lagi melalui QS. Al Baqoroh 196, "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh karena Allah."

"Kalau bukan untuk bertemu Allah, untuk dapat cinta Allah, Anda tidak dapat apa-apa. Karena ucapan untuk umroh itu labbaikkk allahumma labbaikkk, hanya ada Allah yang ada dalam batinmu. Hanya ada Allah dan Rasulullah tidak lebih dan tidak kurang," tutup Ary.





Dilanjutkan juga oleh Ustadz Afif, pembimbing umroh dari ESQ Tours Travel mengatakan, “Seorang hamba atau seorang muslim yang melakukan suatu amalan yang dimana dia tidak memiliki ilmunya maka amalan tersebut ditolak," tuturnya mengutip sebuah hadits.

Dikatakan juga dalam Al-Quran Surat Isra ayat 36, “Wa-laa tahu ma Laisa laka bihi ilmun, innas-sam'a wal-basora wal-fuada kullu ulaika kana mas'ula."

Yang artinya dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani,  semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.

"Karenanya manasik itu penting. Kalau sekarang umroh, kalau haji maka penting sekali mengikuti manasik haji, " Lanjutnya.

"Karena memang ini perjalanan ibadah, bukan untuk konteks yang lain maka sudah menjadi suatu kebutuhan satu keharusan untuk dipersiapkan terlebih dahulu ilmunya beda ketika kita mau berangkat ke Australia, Hongkong,  Singapura yang tujuannya untuk refreshing untuk jalan-jalan tidak perlu persiapan seperti ini," papar Ustadz Afif.

Namun, bila kita akan ke Mekkah Madinah tanpa diiringi perbekalan yang matang khawatir nanti ibadah akan sia-sia di hadapan Allah subhanallahu wa taala.

Jangankan yang pertama kali umroh, orang yang sudah berkali-kali saja kadang-kadang punya ilmu yang sangat penuh, sangat mumpuni ternyata saat disana suka berubah. Kenapa bisa berubah?  Karena faktor nawaitu nya yang tidak sesuai.

"Karena itu bapak ibu mudah-mudahan kita bisa saling mengingatkan sehingga kita sama-sama ikhlas menerimanya insyaallah bermanfaat," ucap Ustadz Afif seraya memulai materi manasik umroh.



Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA