Sabtu, H / 31 Juli 2021

Tetap di Rumah, Taati Anjuran Pemerintah

Rabu 01 Apr 2020 10:21 WIB

Author :M. Nurroziqi

ilustrasi

Foto: pinterest



Oleh: M. Nurroziqi

 

"Wong alok bakal melok. Wong gething bakal nyanding."

"Siapa yang mencela akan ikut tertimpa. Siapa yang benci akan turut mendampingi."

(Pepatah Jawa)

 

ESQNews.id - Diperintah berjamaah. Sebagai keutamaan beribadah. Dengan hitungan pahala duapuluh tujuh derajat. Tetap saja banyak yang tidak berangkat. Masjid dan Musholla tidak lebih hanya tempat beristirahat.


Diperintah berkumpul. Guyub rukun. Saling menjaga. Bersaudara dengan penuh kasih sayang. Nyatanya beda. Sering tidak akur. Sedikit-sedikit saling bersitegang. Hanya lantaran hal-hal yang sangat sepele dan bisa dimaklumi. Sehingga, sepertinya hidup menjadi tidak seru jika tidak saling berseteru.


Diperintah berwudhu. Minimal lima kali dalam sehari. Itu pun tidak juga dinikmati sepenuh hati. Tetapi. Saat ini. Sedikit-sedikit cuci tangan. Sebentar-sebentar membersihkan badan. Supaya bersih. Agar terbebas dari kuman.


Dan sekarang. Di saat ini. Jika sudah dimodel dengan kondisi yang dirasa mencekam ini. Dihimbau agar tetap di rumah. Diperintah agar saling menjaga jarak. Tidak boleh kemana-mana jika memang tanpa keperluan yang teramat sangat penting. Tidak perlu berkumpul dan saling dekat satu sama lain. Jika sudah begini, bagaimana perasaan kita?


Atas musibah ini. Atas ujian hebat yang melanda negeri ini. Seharusnya menjadikan kita semakin belajar. Belajar untuk siap dan sigap di setiap saat akan hal-hal yang mungkin datang secara tiba-tiba. Belajar untuk tidak merasa paling suci dan paling dekat dengan Tuhan, sehingga akan terbebas dari cobaan-cobaan berat yang akan ditimpakan oleh Tuhan.


Semula. Atas nasib satu negara yang ditimpa bencana. Jangan kemudian dengan begitu sombongnya, kita memandang bahwa apa yang dirasakannya itu sebagai hukuman atas ketidak-taatan kepada Tuhan. Kita sesama manusia. Sama-sama makhluk-Nya. Sama-sama umat kinasih Rasulullah Saw. Sehingga, apapun keadaanya, pastilah kebaikan yang menjadi cita-cita yang hendak diraihnya. Mustinya, kita saling membantu, saling menolong, saling bahu-membahu untuk mentas dari segala rupa bencana yang menyakitkan. Juga berdoa. Semoga Allah Swt tidak menimpakan adzab-Nya ketika kita lupa atau berdosa. Semoga Allah Swt mengampuni kita semua.


Dan atas satu kondisi mencekam yang dilanda negara-negara lain, seharusnya diri segera siap dan bertindak sigap. Mengambil langkah taktis untuk antisipasi. Agar segala bencana tadi tidak sampai pada diri ini. Agar seluruh ketidak-baikan tadi tidak menular kemana-mana. Ini yang musti menjadi pelajaran dan ditingkatkan terus kualitasnya demi keselamatan penduduk negeri ini.


Ibaratkan seorang pesilat. Kuda-kuda yang pertama kali harus dikuatkan. Sekaligus kekuatan dan permainan jurus silat yang musti dihebatkan. Jika dua hal ini sudah beres. Maka, menghadapi lawan bagaimana pun, diri akan siap dan sigap. Datang melalui sebuah tantangan, atau muncul secara tiba-tiba, setiap lawan pasti bisa tertangani dengan sangat ringan. Demikian pun dengan negeri ini. Kuda-kudanya adalah pertahanan. Ini mencakup berbagai aspek. Termasuk di dalamnya, dunia medis dan segala yang melingkupinya. Sedang, kekuatan dan permainan jurusnya adalah sistem dan man power yang ada di dalamnya.

<more>

Selain memang harus segera diatasi dan dimusnahkan virus-virus ini. Jangan sampai menimbulkan korban lagi. -Semoga sesegera mungkin Allah Swt mengabulkan doa dan keinginan kita semua.- Bahwa bencana berupa virus Corona atau Covid-19 ini, mengajarkan banyak hal terhadap kita. Memaksa setiap diri di negeri ini untuk belajar lagi mengenai hidup dan kehidupan. Yang terpenting itu tadi, jangan pernah merasa suci dari siapapun, lantas menganggap setiap rasa sakit yang ditimpa manusia lain dicap sebagai adzab dan hukuman Tuhan. Serta, kesiapan dan kesigapan bersama dalam menanggulangi hal-hal tidak terduga yang tidak diinginkan kehadirannya.


Sambil tetap belajar dan merenungi diri. Mari kita taati anjuran Pemerintah untuk tetap tinggal di rumah. Ketika harus benar-benar keluar, kondisikan diri berada dalam jarak aman dengan siapapun. Ini, adalah langkah antisipatif untuk memutus mata rantai persebaran virus Corona atau Covid-19. Bersihkan diri. Minimal cuci tangan setelah bepergian atau keluar rumah. Jaga kebersihan. Jaga kesehatan. Olahraga yang cukup. Makan-makanan yang bergizi. Berjemurlah setiap pagi.


Kita dukung sepenuhnya upaya-upaya Pemerintah untuk mengatasi bencana ini. Semoga kita baik-baik saja. Semoga Virus Corona atau Covid-19 ini segera menyingkir dari bumi pertiwi. Agar keadaan aman tentram kembali. Agar kita sehat wal afiat tidak kurang satu apapun. Aammiin.

Al-Aman. Al-Aman. Al-Aman.

Allohumma Indonesia Raya Aman.

 

*M. Nurroziqi. Alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya. Penulis buku-buku Motivasi Islam.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA