Kamis, H / 09 Desember 2021

Sukses dan Bahagia Versi Change Leader & Change Agent Pelindo 3

Rabu 16 Jun 2021 15:42 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Potret saat acara berlangsung

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA – Pelindo 3 bersinergi dengan ACT Consulting dalam Webinar Upskilling Change Leader & Change Agent with Team Collaboration Booster Batch 3 yang dilaksanakan secara online pada Senin-Kamis (14-17/6/2021).

 

45 orang lebih yang hadir di forum zoom meeting itu, mereka dibimbing oleh Coach Bramanto Wibisono dan Astrain Nuzul (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian).

 

“Bapak dan ibu, apa kesyukuran Anda hari ini, sehingga membuat hati dan diri ini menjadi bahagia?” tanya Nuzul dengan tersenyum ramah.



<more>


Trainer semaksimal mungkin membuat suasana pelatihan agar tetap santai, fun, sesekali alunan musik dinyalakan untuk men-top-up energi. Terjalin sesi tanya jawab, diskusi, permainan namun tetap kondsif dan efektif.

 

Baiqnurul mengatakan bahwa dirinya bersyukur masih bisa bicara dengan tanaman, sambil menyiraminya. Sebab, itu bisa membuatnya tenang dan damai. Bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk menghirup oksigen, sejuknya udara pagi itu.

 

Desi, “Alhamdulillah hari ini masih dikasih nikmat sehat. Selalu bersyukur segala nikmat yang diberi Allah kepada saya.”

 

Baiqnurul, “Alhamdulillah, masih bisa melihat alam yang indah.”

 

Risni Adelini, “Alhamdulillah masih bisa diberikan kesehatan hari ini untuk bisa ikut training.”

 

Hapsari, “Alhamdulillah hr ini sehat, dapat tiba di kantor dengan selamat, dan hr ini bisa ikut training.”

 

Imam Haromain, “Alhamdulillah nafas kita masih terjaga. Sedangkan baru beberapa hari yang lalu ketemu orang-orang tercinta kita yang sekarang sudah dipanggil olehNya.”

 


 

“Alhamdulillah, itu pertanyaan yang sangat sederhana bukan? Dan dijawab dengan sederhana juga. Namun saya senang sekali dengan jawabannya menarik. Buat kita bisa jadi itu hanya rasa syukur yang yang kecil, dan bahagia serta baru mengucapkan syukur ketika mendapat sesuatu yang besar. Misal dapat tunjangan covid selama setahun sebanyak 5 juta.

 

Kita bandingkan dengan rasa syukur yang jarang kita lakukan seperti bisa bernafas, berjumpa dengan teman-teman, namun bila one day Tuhan cabut satu nikmat yang dianggap Anda biasa saja apa yang terjadi? Boleh jadi itu kesyukuran yang sangat besar. Akan merasakan sedih ketika kehilangan,” jelas Bram dengan kacamata khasnya.

 


 

Terlihat dari layar zoom, para partisipan menyimak untaian kalimat yang dipaparkan trainer ACT Consulting itu.

 

“Nah setelah kita sama-sama mendengarkan kesyukuran dari teman-teman semua, kita pun ikut bahagia bukan? Sekarang saya tanya apa definisi bahagia dan sukses menurut Anda?” tanya Nuzul.

 

Syaiful, “Sukses itu bisa mencapai sesuatu yang kita inginkan.”

Guntur Prima, “Sukses itu berhasil menyelesaikan tugas dengan baik dan benar.”

Hapsari, “Sukses itu bisa mencapai cita-cita.”

Imam Haromain, “Bahagia itu perasaan ketika impian itu kita raih dan lihat. Kebahagiaan bagi saya itu adalah melihat orang-orang sekitar saya bahagia.”

Guntur Prima, “Kebahagiaan itu adalah perasaan puas, nyaman dan senang.”



 

“Ya, rata-rata kita simpulkan bahwa sukses itu adalah ketika kita bisa mencapai sesuatu dan bisa diraih. Sedangkan kebahagiaan adalah merasa bahagia dengan apa yang sudah kita miliki,” ucap Bram sepakat.

 

Menurut Bram, ada hasil riset atau ilmu sainsnya bahwa yang paling hebat itu ketika Anda bisa menikmati setiap momentum yang ada di dunia ini atau living in the moment.


“Inilah tips agar bisa hidup di era yang penuh tantangan ini. Jadi teman-teman sekarang yang terpilih menjadi change leaders atau change agent harus penuh kesyukuran, agar merasa bahagia dan bisa menggapai kesuksesan. Harus bisa living in the moment dalam situasi apapun, salah satunya di masa pandemic ini,” tutup Bram.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA