Jumat, H / 24 September 2021

Serigala Hitam atau Putih yang Diberikan Asupan oleh Insan PIHC?

Selasa 25 May 2021 14:58 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Potret saat acara berlangsung

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA – ACT Consulting menggelar kegiatan yang bertajuk “Living the Grand Why AKHLAK” dilingkup PT Pupuk Indonesia (PIHC) secara virtual pada Selasa (25/5/2021). Sekitar 80 orang lebih bergabung di dalam platform Zoom Meeting, dari berbagai anak perusahaan, berbagai level, generasi, jabatan dan lainnya.

 

Insan PIHC itu berasal dari 3 anak perusahaan yang bergerak dalam bidang selain produksi pupuk di antaranya PT Mega Eltra, PT Pupuk Indonesia Logistik, PT Pupuk Indonesia Energi, PT Pupuk Indonesia Pangan.

 

Coach Adek (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) yang membimbing puluhan peserta webinar tersebut dari pagi hingga sore.

 


<more>


“Bapak dan Ibu ijinkan saya mengawali sesi ini dengan sebuah kisah tentang serigala putih dan hitam. Kira-kira menurut bapak dan ibu, serigala mana yang lebih kuat dan menang jika bertarung?” tanya pria yang mengenakan kemeja putih dan jas hitam itu dari Studio lantai 4, Menara 165.



 

ESQNews meninjau jalannya acara tersebut dari zoom meeting, para peserta merespon dengan jawaban yang beranekaragam seperti, “Putih” “22 nya” “Hitam” “Serigala yang diakui oleh gerombolannya” “Tidak ada dari keduanya” “Hitam penguasa dan putih pemenang” “Golput” “Hitam bisa, putih bisa” “Gak ada yang menang” “Hitam lebih agresif” dan jawaban lainnya, yang mayoritas menuliskan serigala putih. Terkadang jawabannya menggelitik hati dan wajah sehingga timbul canda tawa.

 

“Terimakasih atas jawabannya. Jadi sebenarnya dua ekor serigala itu punya peluang dan potensi. Tergantung serigala mana yang asupan makanan paling banyak, sering berlatih sehingga otot terbentuk dan badannya kuat lebih dari yang lainnya.

 

Kisah ini adalah metafora atau perumpaan. Serigala hitam atau putih ibarat yang hidup di diri saya, bapak dan ibu, serta anak-anak kita. Serigala hitam melambangkan sifat negatif kita, perilaku, sikap, ucapan, tindakan yang buruk. Sedangkan serigala yang putih melambangkan sifat positif kita, perilaku, sikap, ucapan, tindakan yang baik,” jelas Adek dengan bersemangat dan tetap konsisten melemparkan senyum kepada pesertanya.

 

 


Para partisipan terlihat menyimak kisah itu, mereka angguk-anggukan kepalanya. Proses pelatihan juga berjalan dengan sangat interaktif. Peserta dan trainer saling menyapa, saling mendoakan, memberikan asupan semangat dan ucapan yang positif, apalagi ditambah dengan iringan musik yang energic.

 

“Jadi manakah serigala yang menang, yang bisa dilihat, diperhatikan, oleh orang lain? Tergantung serigala mana yang sering kita beri asupan makanan. Itulah yang akan kuat dan mengakar di diri kita, perilaku keseharian kita, cerminan kita. Dan sekarang kira-kira serigala mana yang akan diberi asupan sehingga menguasai diri bapak dan ibu?” tanyanya lagi.

 

Mereka sepakat ingin memberi makan serigala putih atau kebiasaan yang positif dan segalanya bernilai baik. Nilo Herman, "Saya akan memberi asupan kepada serigala putih, memeliharanya dengan baik."



 

“Baik bapak dan ibu terimakasih feedbacknya. Berarti sekarang kita siap yah menjalani 3 sesi hari ini? Modul yang akan kami berikan seputar konsisi mental terbaik di era VUCA, meneguhkan AKHLAK (core values) dan BUMN untuk negeri (core purpose) di sini kita akan bicara Grand Why. Terakhir yaitu membumikan AKHLAK atau cara menyuburkan AKHLAK dalam keseharian kita.”


Menurut Adek, ‘Grand Why’ yang dimaksudkan adalah visi tertinggi ketika kita sudah menemukan meaning dan purpose dalam hidup. Dan ketika para peserta menemukan Grand Why mereka, maka akan muncul pengorbanan dan kesiapan menghadapi segala tantangan, mereka akan terus maju dan bahagia di situasi sesulit apapun termasuk di masa Pandemi Covid-19 ini.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA