Senin, H / 08 Agustus 2022

Sang Gurunda, Ary Ginanjar Agustian

Senin 09 Mar 2020 13:53 WIB

Author :Bram Wibisono

Coach Bram bersama Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustian

Foto: dok.ESQ


Oleh: Coach Bram Wibisono

ESQNews.id -
Di beberapa kesempatan seringkali saya dengan sengaja memperhatikan wajah beliau, dan mencoba mengingat-ingat kembali wajah beliau kurang lebih 15 tahun lalu ketika pertama berjumpa.


Rambutnya yang mulai berubah menjadi perak dan garis kebijaksanaan di kening dan ekor mata beliau. Senyum dan sorot mata serta intonasi yang sama seperti 15 tahun yang lalu, setiap kali beliau bicara tentang Visi Organisasi kami, seolah-olah beliau sudah berada di sana di masa depan dan kembali lagi untuk menceritakannya kepada kami.

Entah mengapa sudah berpuluh atau bahkan mungkin ratusan kali Visi Organisasi beliau sampaikan, namun tetap saja setiap kali mendengarnya dari beliau dada ini bergemuruh, bahkan mampu mengguncangkan ego dan membuat air mata menetes seolah tak kenal kompromi.


Mungkin juga karena konsistensi yang beliau sampaikan sama namun saat ini energy yang mengalir dari jiwa beliau semakin kuat seolah semakin dekat visi dan misi yang di emban selama ini.
<more>
Masih sangat segar dalam ingatan ketika Gurunda senatiasa menyampaikan kiranya menjadi Guru atau Trainer, Coach, Consultant ataupun sebutannya dalam lingkup sosio korporasi saat ini, bukanlah mengenai bagaimana di hormati, di berikan tepuk tangan, di ajak ber wefie atau selfie ria, mendapatkan follower banyak.

bukan juga sekedar mendapatkan gelar panggilan Guru, Coach, Trainer, Facilitator ataupun sebutan lainnya bahkan dari orang yang sebenarnya secara usia maupun pengalaman dan keilmuan sebenarnya boleh jadi lebih tinggi, apalagi komparasinya bila kita mau menilik lebih dalam mengenai seberapa dalam cinta kepada Allah dan Rasulullah SAW.

Menjadi Guru, Trainer, Coach ataupun Consultant, seyogyanya menemukan jiwa-jiwa yang gelisah merindukan Rabb Nya, sebagaimana Sang Guru gelisah merindukan Allah.


Ini tentang bagaimana upaya untuk mengugurkan segala salah dan khilaf yang pernah di lakukan dan berharap ke murahan hati Allah untuk menerima upaya kita dan mengugurkan segala salah dan khilaf.


Tentang bagaimana dengan segala ketidak sempurnaan menjaga dan membimbing mereka yang kita cintai, apatah orang tua, pasangan hidup, anak, adik ataupun kakak, bila memang terselip kebaikan dari ilmu Allah yang di sampaikan sekiranya berharap Allah mengirimkan malaikat-malaikatnya untuk menyempurnakan, menjaga dan membimbing mereka yang kita cintai.

Tentang kita yang seperti remaja sedang mabuk cinta dan bertingkah ingin di perhatikan oleh pasangan yang di sukainya. Semoga segala hal yang kita lakukan karena jatuh cinta kepadaNya, siapa tau diriNya Rabb Yang Maha Mencintai memperhatikan diri yang hina ini dan berbalas mencintai.
Wallahu'alam Bishowab...

Tak terasa air mata ini menetes dan tersenyum-senyum sendiri mendambakan cinta yang berbalas dariNya

Sambil berbisik kepada relung hati,

Rabb...
Bersyukur hamba Engkau takdirkan berjumpa dan di bimbing oleh Gurunda.
Semoga kelak kembali Engkau perjumpakan kami di SurgaMu πŸ™πŸ™πŸ™


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA