Jumat, H / 22 Oktober 2021

RDPU di Komisi X DPR RI, Illiza: Perguruan Tinggi di Indonesia Perlu Hadir di ESQ Business School

Selasa 21 Sep 2021 14:04 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Illiza Sa'aduddin Djamal (Anggota DPR RI, Dapil Aceh I)

Foto: Youtube

“Manusia bukanlah ember yang harus diisi, tapi api yang harus dinyalakan” - Ary Ginanjar Agustian


ESQNews.id, JAKARTA – “Kebijakan MBKM ini perlu diberikan kepercayaan dan kebebasan kepada perguruan tinggi untuk merancang kurikulum. Dengan demikian keunikan di tengah keberagaman menjadi kekuatan khas. Perguruan tinggi di Indonesia mungkin perlu hadir di ESQ Business School,” demikian yang disampaikan oleh Illiza Sa'aduddin Djamal (Anggota DPR RI, Dapil Aceh I) di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Gd. Nusantara 1 lantai 1 secara tatap muka.

 

Pasalnya, pada Kamis (16/9/2021) Komisi X DPR RI telah melaksanakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM) dengan beberapa Pakar Pendidikan di Indonesia. Kegiatan ini digelar secara laring dan daring (menggunakan zoom dan live di Youtube).

 

Illiza hadir di tengah 6 Pakar Pendidikan di Indonesia tersebut, yakni Dr. (H.C) Ary Ginanjar (ESQ Bussiness School), Prof. Azyumardi Azra, MA, Najelaa Shihab, M.Psi, Prof. dr. Fasli Jalal, Sp.GK., Ph.D, Pusat Studi Kebijakan Pendidikan (PSKP), dan Prof Johannes Eka Priyatma, M.Sc, Ph.D).



 

Acara di buka oleh Dr. H. Abdul Fikri Faqih (Wakil Ketua Komisi X DPR RI). Ia mengatakan bahwa di forum ini ada 2 agenda yaitu kajian konsep Merdeka Belajar secara menyeluruh dan kajian konsep Merdeka Belajar Episode 2 (Kampus Merdeka).




“Ketika saya mendengar paparan dari semuanya yang ada di sini, saya melihat bahwasannya ada ketidakadilan, artinya tidak merdeka. Karena masih banyak persoalan yang dihasilkan di Indonesia ini karna memang peserta didik yang lulus dengan akademik yang bagus, ternyata dia gak tahu harus kemana dan harus melakukan apa,” tegas Illiza namun terlihat sangat santai.

 

Oleh karenanya ia berbicara soal ESQ Business School (ESQ) yang merupakan perguruan tinggi swasta di Jakarta yang didirikan oleh Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian. Muhammad Hakiki, anak dari Illiza pernah mengecap pendidikan di EBS angkatan pertama dengan Prodi Manajemen.



 

Wanita kelahiran Aceh itu mengatakan bahwa di awal masuk EBS, Hakiki sudah mendapatkan jati dirinya (menemukan jawaban siapa dirinya, mau kemana, dan apa tujuan hidupnya).

 

“Kemudian dibuat video pendek yang isinya merupakan cita-citanya. Maka pendidikan itu mengarah kepada apa yang mau dia capai. Maka seperti yang dikatakan Pak Ary bahwa manusia bukan hanya diisi tapi dia dimotivasi karena semua manusia itu punya potensi,” sambungnya.



 

Paparan, masukan, kritik dan saran terus dilontarkan dari para narasumber, anggota dewan, guru-guru dan lainnya secara bergantian. Suasana di salah satu ruang DPR itu nampak serius namun tetap fun.


 <more>


Ary Ginanjar turut menanggapi proses diskusi tersebut. Menurutnya untuk membangun SDM di dalam dunia pendidikan seperti membangun sebuah rumah, ada atap, tiang dan pondasi.




“Jadi atap ini diibaratkan kecerdasan intelektual yang selama ini dikejar. Sedangkan tiang dan pondasi yaitu nilai-nilai spiritualisme dan nasionalisme. Nah itu yang kami berikan kepada mahasiswa kami. Sehingga mereka kuat menghadapi segala goncangan seperti era perubahan (VUCA) ini,” paparnya.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA