Minggu, H / 29 Januari 2023

Rahasia Mendidik Anak agar Santun Berbahasa (3)

Jumat 29 Oct 2021 10:07 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Illustrasi

Foto: english.newstrack.com

Dengan demikian memburuknya berbahasa menjadi indikator kestabilan sebuah negara.

 

Bagaimana mengajarkan anak agar berbicara dengan santun?

 

Menurut Joseph Joubert, “Children need models more than they need critics.” Artinya, anak lebih membutuhkan contoh daripada teguran atau kritikan.

 

Kemudian, usahakan agar anak mendengar kalimat-kalimat yang santun dan positif, niscaya mereka juga akan mengeluarkan kata-kata yang juga santun dan positif.

 



Namun sayang, televisi dan lingkungan justru mengajarkan sebaliknya. Bahkan orangtua juga cenderung berkomentar negatif pada anak.

 

Sebagai gambaran, hasil penemuan Jack Canfield, penulis terkenal, menunjukkan data mencengangkan bahwa setiap anak rata-rata menerima 460 komentar negatif atau kritik dan hanya 75 komentar positif.


Apa yang dikatakan Joseph Joubert sesungguhnya seperti itulah Rasulullah Shallallahu ’alaihi wasallam mengajar. Rasulullah SAW adalah teladan yang baik, artinya contoh nyata dari apa yang diajarkannya.

 

Rasulullah SAW tidak hanya menyuruh dan melarang, namun melakukan semua kebaikan. Dalam hal berbicara pun beliau mencontohkan berbahasa yang santun.


<more>

 

Jika melihat hal tersebut, sepertinya mindset kita tentang ayat di atas perlu kita ubah. Ayat tersebut secara tidak langsung merupakan perintah pada orangtua agar mendidik anak sehingga kelak mereka tidak berbicara kasar, membentak, atau berkata ‘ah’.


Ayat tersebut secara implisit menyatakan bahwa orangtua agar memberi contoh perkataan mulia dan santun.


(Dikutip dari Buku Mendidik Karakter dengan Karakter karya Ida S Widayanti)


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA