Selasa, H / 05 Juli 2022

Presiden Jokowi Rencanakan Pemangkasan ASN yang Diganti dengan AI, Ini Kata Tokoh Pembangunan SDM Saat di Kominfo TALK!

Selasa 21 Dec 2021 15:39 WIB

Reporter :EDQP

Potret Saat Acara Berlangsung

Foto: dok. ESQ

“Values come before goals, before strategy, before tactics, before products, before market choices, before financing, before business plans, before every decision.” Bill Lazier, Mentor to Jim Collins

ESQNews.id, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) menggelar acara Kominfo TALK! Edisi ke 9 yang bertajuk “Al di Birokrasi, Ancaman atau Tantangan?” pada Selasa (21/12/2021) melalui platform Zoom Meeting.

Kominfo TAKL ini menghadirkan beberapa narasumber di antaranya Imam Suwandi (Kepala Biro Kepegawaian Kemkominfo RI), Katmoko Ari Sambodo (Plt. Asisten Deputi Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur KemenPANRB), Rhina Anita (Kepala Biro Hubungan Masyarakat), Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group). 

Perhelatan kali ini membahas mengenai proses penggantian ASN (Aparatur Sipil Negara) dengan teknologi Al atau Artificial Intelligence yang ramai diperbincangkan oleh public. Serta dampaknya bagi para ASN yang posisinya tergantikan.



“Adapun alasan mengapa Presiden Jokowi merencanakan penggunaan robot AI. Ada beberapa tipe permasalahan yang berpotensi diselesaikan dengan AI yakni resource allocation, large datasets, expert shortage, predictable scenario, procedural, dan diverse data,” papar Imam kepada ratusan insan ASN dari Kominfo.

Menurutnya, Al bisa sangat bermanfaat untuk masa mendatang karena diperlukannya akselerasi transformasi manajemen ASN menuju birokrasi berkelas dunia di tahun 2024. Transformasi yang dimaksud adalah dalam bentuk structural, kultural dan digital.

<more>

“Kita juga perlu adaptasi kebijakan dan kompetensi baru, serta adopsi teknologi dan sistem yang agile serta kita perlu arsitektur human capital, strategi dan rencana eksekusi yang bisa mengakselerasi,” lanjutnya.

Padahal, di tahun 2021 ini baru saja diluncurkan Core Values Ber-AKHLAK yang merupakan singkatan dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi KemenPANRB sebagai salah satu pedoman budaya kerja bagi Aparatur Sipil Negara untuk menjalani tugas sebagai abdi negara dengan lebih baik.



Namun, adanya kabar dari Kominfo bahwa salah satu rencana besar Presiden Joko Widodo dalam pemerintahannya adalah reformasi birokrasi. Presiden beberapa kali mengutarakan rencana penggantian ASN, terutama Pegawai Negeri Sipil atau PNS tingkat Eselon III dan IV dengan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (Al) sebagai upaya pemangkasan birokrasi.



Kemudian sang moderator pun mengatakan, “Terkait adanya reformasi birokrasi ini atau rencana pemangkasan ASN yang mengundang pro dan kontra, mari kita dengarkan apa yang akan disampaikan oleh pakar SDM Bapak Ary Ginanjar.”

“Sebenarnya bicara tentang pelayanan masyarakat ada tiga yang selalu akan diharapkan oleh Pak Presiden dan pimpinan yaitu soal biaya, waktu, dan jarak yang didekatkan. Itulah yang akan selalu menjadi KPI. Hal itu juga ciri dari adanya VUCA Era yang serba tidak pasti, berubah ubah,” papar Ary dari Studio lantai 23 Menara 165.



Ary, pegiat Transformasi Budaya Kerja itu juga menegaskan, “ ASN akan bisa bertahan apabila punya super agility atau punya misi, punya target. Dan core values Ber AKHLAK menjadi pegangan. Barulah kinerja akan menjadi kenyataan.”

Super agility yang dimaksud adalah memiliki change agility (mampu beradaptasi dengan perubahan apapun), mental agility (mampu bertahan dalam kondisi apapun), people agility (mampu kerjasama dengan siapapun), learning agility (mampu memahami dan mempelajari hal baru dengan cepat), result agility (mampu tetap berprestasi dalam kondisi apapun).

Sebagai penutup, Ary memaparkan bahwa integritas lebih penting daripada kercerdasan dan kekuatan, sebagaimana yang ia kutip dari tokoh dunia Warren Buffet, “In looking for people to hire, you look for three qualities: integrity, intelligence, and energy. And if they don’t have the first, the other two will kill you. (Dalam mencari orang atau contohnya ASN untuk dipekerjakan, Anda harus melihat dan mencari dari tiga hal yaitu kualitas: integritas, kecerdasan, dan energi. Dan jika mereka tidak memiliki yang pertama, dua lainnya akan membunuhmu.)”

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA