Minggu, H / 29 Januari 2023

Pendapat Pakar ESQ Ary Ginanjar Agustian tentang Kasus Reynhard Sinaga

Rabu 08 Jan 2020 17:43 WIB

Reporter :Ida S. Widayanti

Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustian.

Foto: dok.ESQ



ESQNews.id - “IQ bisa membuat orang cerdas dan bisa menjadi Doktor seperti dia. EQ bisa membuat orang menarik dan pandai bergaul. Tapi tanpa SQ, orang bisa menjadi monster berwajah manis tapi berhati.....seperti dia,” demikian disampaikan perumus konsep ESQ (Emotional Spiritual Quotient) Ary Ginanjar Agustian.


Sebagaimana diketahui terbongkarnya kasus penyerangan seksual berantai sungguh menghentakan dunia khususnya Indonesia. Sampai-sampai Reynhard dijuluki “monster” dan “predator setan” oleh para korbannya.


Sebagaimana disampaikan BBC berdasarkan wawancara denan ibu Reynhard, Ia menggambarkan anak lelakinya yang tengah menempuh doktoral di Mancester ini sebagai, “anak yang baik, rajin beribadah, rajin ke gereja.”

Menurut Ary Ginanjar, kecerdasan spiritual bukan hanya ditandai dengan  rajin melaksanakan ritual. Orang yang rajin ke tempat ibadah belum tentu cerdas spiritualnya dan nuraninya terasah.

“Sudah 20 tahun saya jelaskan bahaya IQ dan EQ tanpa SQ  melalui buku ESQ, dan training ESQ....,” imbuh Ary yang baru pulang dari Jepang untuk semakin mempelajari budaya Bushido Jepang,


Ary Ginanjar merasa prihatin dengan anak-anak yang mengejar gelar sampai tertinggi tapi miskin SQ.

“Mereka kejar S1, S2, S3 tanpa SQ, pungkas Ary di Menara 165.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA