Kamis, H / 09 Desember 2021

Pasar Lokal Rasa Bali di Menara 165

Senin 12 Nov 2018 23:10 WIB

Ida S. Widayanti

Gapura Pasar Lokal

Foto: Ida SW

ESQNews.id, JAKARTA - Ada yang berbeda di Menara 165. Begitu masuk lobby MICE di sebelah kiri ada gapura Bali lengkap dengan lengkung janurnya bertuliskan Pasar Lokal. Inilah perhelatan kedua kalinya ESQ Business School. Acara berbentuk bazzar kali ini bertemakan pasar tadisional di kota Bali. Suasana Bali dihadirkan selain dalam bentuk dekorasi juga gamelan yang mengiringi serta para panitia yang menggunakan kain Bali. Berlangsung di ruang Giblartar pada 12-13 November diikuti sekitar 31 stand baik kuliner, fashion, juga motor. 






Ketua panitia Farnas Musyarafa mengatakan bahwa tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk membranding bisnis mahasiswa ESQ BS. 


“Mahasiswa ESQ BS itu banyak yang punya bisnis yang boleh dibilang out of the box. Tapi masih belum berani membawanya keluar,” tutur Farnas yang baru memasuki semester 3 jurusan Manajemen Bisnis.


Farnas menyoroti bahwa di masa sekarang kuliner bukan saja memenuhi sekedar kebutuhan konsumsi pangan, namun juga sudah menjadi gaya hidup. Dengan rasa dan kualitas yang tak kalah, maka produk para mahasiswa tersebut dapat bersaing dengan produk lain di luar. Diharapkan Pasar Lokal dapat menjadi sarana bagi produk tersebut untuk tampil dan dikenal di masyarakat.


Sujoko Winanto selaku Wakil dekan 3 Kemahasiswaan mengapreiasi kegiatan ini, “Pesertanya  tambah banyak dibanding tahun lalu, dan makin beragam produknya,” ujarnya. 


Dari  31 stand yang mengikuti bazzar terdiri dari 16 Bisnis Presentasi, 10 Bisnis Internal, dan 5 Bisnis Eksternal. 

“Bisnis presentasi adalah mulai dari ide yang ditampilkan di depan umum, lalu dilakukan semacam soft lounching, sehingga dia bisa melihat marketnya seperti apa dan dapat masukan.”


Babak berikutnya, menurut Joko adalah kita akan para calon para investor.

“Dengan demikian bisnis mereka bisa running dengan baik,” ujar dosen yang kerap di panggil “Pak Joko” ini.


Menurut Joko kegiatan ini menjadi jembatan bagi para mahasiswa utuk meraih impiannya. “Harapannya mereka bisa menjadi para enterpreneur.” 


Joko mengatakan bahwa beberapa produk mahasiswa sudah cukup eksis, contohnya Centimeter milik Pratiwi sudah punya booth di Bali. Ada Sosiopreneur Wakarsas membuat Karya sastra bisa menjadi buku, video klip, CD, dan bisa buat musiknya, serta bisa dicustomized. Wakarsas sudah pernah menang lomba bisnis planning. Selain itu ada motor custom, Tole, Motor milik Ryan Produk ini sudah bermain di tingkat nasional. Ada lagi mahsasiswa bernama Ilham yang sudah mempunyai café yaitu Navigasi di Cikarang serta masih banyak stand terutama kuliner seperti Ayam Geprek Ummi, Miesuke, Wolu Choco lab dan kuliner menarik lainnya. Beberpa produk tersebut sdh ludes sebelum jam bazzar dititup



Ingin merasakan suasana Bali sambil memikmati aneka kuliner dan beragam produk fashion di hari kerja? Datanglah segera ke Menara 165, masih ada kesempatan satu hari ini.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA