Jumat, H / 22 Oktober 2021

MPP PLN, Trainer: Pensiun Ini Bukan Akhir dari Segalanya

Selasa 27 Jul 2021 21:01 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Trainer ESQ MPP, Ahmad Zaki

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA – ESQ Masa Persiapan Pensiun (ESQ MPP) menggelar Workshop Pra Purnabakti PLN UPDL Banjarbaru pada Rabu (21/7/2021) melalui Zoom Meeting. Webinar tersebut dihadiri oleh 50 orang, baik calon pensiun maupun yang sudah pensiun.


Insan PLN dipandu langsung oleh Ahmad Zaki (trainer lisensi Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian). Di awal acara, ia men-survey secara langsung insan PLN terkait tingkat kecemasan yang dihadapi saat ini ketika akan atau sudah pensiun.


Tingkat kecemasan atau rasa khawatir dari level 0-10, rata-rata dari mereka berada di atas level 5 yang artinya merasa sangat cemas. Untuk itu, Zaki membagikan 3 tips kepada para peserta, dengan harapan bisa menjadi pensiunan yang bahagia dan sejahtera.


“Tips pertama adalah motion to emotion artinya gerak tubuh mempengaruhi emosi. Kemudian perhatikan tutur kata kita, karena kata-kata adalah doa. Serta pindahkan fokus Anda dari ekspektasi ke apresiasi yang menjadi sumber kekuatan Anda. Kami atau ESQ menyebutnya rumus GKF (Gerak, Kata, Fokus) ke hal positif,” paparnya.


<more>


Ia juga menambahkan sebuah analogi mata lalat dan mata lebah, agar insan PLN semakin paham. Supaya terjadi interaktif di antara kedua belah pihak, Zaki coba bertanya kepada peserta, “Menurut bapak dan ibu kira-kira apa yang membedakan mata lalat dengan lebah?”


Terlihat di layar room chat, beberapa dari mereka menjawab, “Kalau dilihat dari mata lalat maka melihat yang kotor saja. Kalau mata lebah lihat dan fokusnya ke bunga, madu dan yang indah.”


“Ya betul sekali, jika disambungkan dengan kondisi saat ini, mata mana yang harus kita pakai?” tanya Zaki.


Seorang pria yang merupakan peserta itu merespon dan mengatakan, “Mata lebah, karena di masa sekarang ini masih banyak yang indah-indah, manis-manis, nikmati.”




Zaki memuji para peserta yang super aktif di dalam forum dan memberikan applause yang gemuruh.


“Jadi apa kesimpulannya? Pensiun ini bukan akhir dari segalanya. Anda sudah punya sekolahan, sekolah itu ada di PLN. Gunakan ilmu kekuatan sekolah Anda itu untuk memasuki sekolahan baru (saat masa purnabakti). Ambil hal positif, energi baik, kekuatan yang ada di sekolahan dulu atau PLN ke dalam sekolahan baru atau saat masa pensiun,” papar Zaki.


“Karena ini yang biasanya para purnabakti khawatirkan, akan gagal, stress, depresi. Karena fokusnya kepada yang hilang, harusnya fokus kepada apa yang Anda miliki bahwa Anda sudah memberikan manfaat dan berbakti selama bertahun-tahun, memberikan tenaga Anda kepada PLN sehingga bisa bertahan hingga hari ini, Anda sudah memberikan kontribusi, jadi bersyukurlah,” sambungnya.




Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA